Lokasi: Berita >>
Pendaftaran Seleksi Mandiri UNS Dibuka 11 Mei 2026
Berita41222 Dilihat
RingkasanUniversitas Sebelas Maret (UNS) resmi membuka pendaftaran Seleksi Mandiri tahun ini dengan tiga jalur masuk utama, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Calon mahasiswa dapat mengakses seluruh informasi terkait tahapan, alur, hingga mekanisme pendaftaran melalui situs resmi UNS....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Seleksi-Mandiri-UNS-2026.jpg)
Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi membuka pendaftaran Seleksi Mandiri tahun ini dengan tiga jalur masuk utama, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Calon mahasiswa dapat mengakses seluruh informasi terkait tahapan, alur, hingga mekanisme pendaftaran melalui situs resmi UNS.
Seleksi Mandiri UNS tahun ini dibagi menjadi tiga kelompok jalur masuk. Pertama adalah Jalur Reguler yang mencakup Ujian Tulis UNS serta penggunaan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional. Jalur ini menjadi salah satu opsi utama bagi calon mahasiswa yang ingin masuk UNS melalui seleksi akademik. Kedua adalah Jalur Afirmasi yang diperuntukkan bagi kelompok tertentu, seperti jalur Disabilitas, Bibit Unggul, Kemaslahatan, serta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Jalur ini disiapkan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Ketiga adalah Jalur Kemitraan yang melibatkan kerja sama dengan Mitra Strategis dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS. Jalur ini menjadi bagian dari kolaborasi kampus dengan berbagai pihak dalam menjaring calon mahasiswa berkualitas. Melalui berbagai jalur tersebut, UNS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem penerimaan mahasiswa baru yang inklusif, adaptif, dan mampu menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/lcocoa6os.html
Artikel Terkait
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
BeritaDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
BeritaAndes Virus yang ditemukan pada kasus di kapal pesiar MV Hondius merupakan jenis berbeda yang banyak tersebar di wilayah Amerika Selatan dan hingga kini belum pernah dilaporkan ditemukan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. “Distribusi virus ini tersebar di Amerika dan hingga saat ini belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus,” ujar Andi....
【Berita】
Baca Selengkapnya6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
BeritaStudi terbaru dalam jurnal Science yang meneliti data dari 6. 500 orang berbagai usia mengungkapkan kabar baik khusus untuk perempuan....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Inul Daratista Murka Dituding Oplas Hidung
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Komnas HAM Panggil Menag soal Izin Ponpes Pati
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
Artikel Terbaru
Persis Solo di Ujung Tanduk: 2 Skenario Selamat dari Degradasi
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
Menkes Budi Gunadi Sadikin Tak Pernah Cantumkan Gelar Ir dan Drs
Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
Tautan Sahabat
- BYD Tanggapi Potensi Kenaikan Harga Imbas Rupiah Turun
- Legalisasi Rokok Ilegal Berisiko Cederai Penegakan Hukum
- Strategi Jakarta Candle Naik Kelas Lewat Inkubasi BRI
- ASDP Rayakan HUT Ke-53, Kinerja Tumbuh Berkelanjutan
- Jakarta Candle Ekspor Lilin Limbah Sawit Berkat KUR BRI
- Double Decker Hunian Baru Solusi Lahan Sempit Jakarta
- Anggota DPR Minta Harga Tiket Pesawat Seimbang dengan Daya Beli
- Analis Mandiri Targetkan IHSG 9.050 di Tengah Tekanan Energi
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP
- BYD Khawatir Rupiah Melemah Tekan Daya Beli Mobil