Lokasi: Olahraga >>

Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991

Olahraga196 Dilihat

RingkasanAndes Virus yang ditemukan pada kasus di kapal pesiar MV Hondius merupakan jenis berbeda yang banyak tersebar di wilayah Amerika Selatan dan hingga kini belum pernah dilaporkan ditemukan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. “Distribusi virus ini tersebar di Amerika dan hingga saat ini belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus,” ujar Andi....

Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991

Andes Virus yang ditemukan pada kasus di kapal pesiar MV Hondius merupakan jenis berbeda yang banyak tersebar di wilayah Amerika Selatan dan hingga kini belum pernah dilaporkan ditemukan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. “Distribusi virus ini tersebar di Amerika dan hingga saat ini belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus,” ujar Andi. Andes Virus dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yakni infeksi pernapasan akut berat yang berpotensi fatal.

Gejala penyakit meliputi demam, nyeri badan, lemas, batuk, hingga sesak napas. Masa inkubasi penyakit berkisar antara satu hingga delapan minggu, sementara untuk Andes Virus dapat mencapai 42 hari dengan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) dilaporkan mencapai sekitar 60 persen. Meski demikian, Kemenkes menyebut risiko penularan antar manusia sangat rendah. “Hingga saat ini, penularan antar manusia sangat jarang terjadi,” kata Andi.

Jenis virus ini sering dibawa oleh tikus got dan mencit ladang yang hidup di wilayah perkotaan maupun area pertanian. Kemenkes terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah potensi penyebaran virus dari hewan pengerat.

Tags:

Artikel Terkait