Lokasi: Bisnis >>

Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD

Bisnis158 Dilihat

RingkasanFaktor pemakaian, kondisi jalan, dan beban muatan membuat tapak ban kendaraan cepat aus sehingga ban secara berkala harus dirotasi. Hal ini berlaku untuk mobil front wheel drive (FWD) maupun rear wheel drive (RWD)....

Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD

Faktor pemakaian, kondisi jalan, dan beban muatan membuat tapak ban kendaraan cepat aus sehingga ban secara berkala harus dirotasi. Hal ini berlaku untuk mobil front wheel drive (FWD) maupun rear wheel drive (RWD). Keputusan merotasi ban dengan memindahkan posisi ban dari satu sisi ke sisi lainnya secara berkala bertujuan agar keausan ban menjadi merata. Manfaatnya, usia pakai ban menjadi lebih panjang dan kendaraan lebih stabil saat dikemudikan.

Jika rotasi tidak dilakukan, ban yang bertindak sebagai penggerak mobil biasanya akan lebih cepat aus karena menanggung beban puntir mesin, setir, dan pengereman. Akibatnya, kenyamanan dan keamanan berkendara bisa menurun. Selain itu, gaya berkendara, permukaan jalan yang dilalui, dan pengaturan keselarasan sudut serta keseimbangan roda (spooring dan balancing) juga memengaruhi keausan ban. Anda disarankan untuk merotasi ban setiap 6 bulan atau 10 ribu kilometer.

Lantas bagaimana cara yang benar saat merotasi ban? Proses rotasi perlu dilakukan dengan pola yang sesuai, seperti pola silang untuk mobil FWD atau pola lurus untuk mobil RWD, guna memastikan keausan ban merata dan performa kendaraan tetap optimal. Perawatan rutin ini menjadi kunci untuk memperpanjang umur ban dan menjaga keselamatan berkendara di berbagai kondisi jalan.

Tags:

Artikel Terkait