Lokasi: Olahraga >>

Anak Deddy Dores Nekat Jual Mata, Sang Ayah Merasa Gagal

Olahraga648 Dilihat

RingkasanCalvin, putra almarhum musisi legendaris Deddy Dores, secara terbuka menyatakan niat ekstrem untuk menjual salah satu bola matanya demi bertahan hidup dan membiayai masa depan keluarganya. Saat dikonfirmasi secara langsung, Calvin membenarkan unggahan menyentuh hati tersebut....

Anak Deddy Dores Nekat Jual Mata,<strong></strong> Sang Ayah Merasa Gagal

Calvin, putra almarhum musisi legendaris Deddy Dores, secara terbuka menyatakan niat ekstrem untuk menjual salah satu bola matanya demi bertahan hidup dan membiayai masa depan keluarganya. Saat dikonfirmasi secara langsung, Calvin membenarkan unggahan menyentuh hati tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan untuk memenuhi kebutuhan harian, melainkan demi masa depan anak-anaknya agar bisa hidup dengan layak. "Ya saya bukan buat kehidupan sehari-hari, tapi lebih uang buat masa depan anak. Makanya saya mau jual mata saya ini," ujar Calvin.

Keputusan Calvin untuk menjual organ tubuhnya diakui sudah bulat. Himpitan ekonomi yang tinggi di Ibu Kota membuat dirinya merasa terdesak agar istri dan anak-anaknya tidak hidup dalam kesusahan. Calvin juga meluruskan persepsi publik dengan menyatakan bahwa dirinya tidak menerima aset atau harta peninggalan dari almarhum ayahnya. Deddy Dores—yang memiliki nama asli Dedy Suriadi (1950–2016)—dikenal luas sebagai penyanyi, pencipta lagu, dan produser musik yang sangat berpengaruh di Indonesia. Sepanjang berkarier, ia pernah membangun grup Rhapsodia yang kemudian menjadi Freedom of Rhapsodia, terlibat dalam band rock Super Kid, serta sempat bergabung dengan God Bless. Sang musisi legendaris diketahui wafat pada 17 Mei 2016 di Tangerang Selatan akibat penyakit jantung.

Realitas kehidupan yang dijalani Calvin saat ini diakui sangat berbanding terbalik dengan masa kecilnya, sewaktu sang ayah masih berjaya di belantika musik tanah air dan memiliki banyak uang. Pikiran untuk menjual bola mata itu terlintas karena ia sedih melihat anaknya tidak bisa hidup enak di usianya sekarang. Kondisi ekonomi yang sulit mendorong Calvin untuk mengambil langkah drastis demi memastikan masa depan anak-anaknya lebih baik.

Tags:

Artikel Terkait