Lokasi: Bisnis >>
Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
Bisnis95 Dilihat
RingkasanAhli entomologi medis mengungkapkan bahwa manusia tidak selalu menjadi magnet nyamuk sepanjang waktu. Beberapa teori populer mengenai faktor yang menarik nyamuk ternyata tidak berdasar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-nyamuk-chikungunya.jpg)
Ahli entomologi medis mengungkapkan bahwa manusia tidak selalu menjadi magnet nyamuk sepanjang waktu. Beberapa teori populer mengenai faktor yang menarik nyamuk ternyata tidak berdasar. Penelitian yang ada hanya melibatkan sedikit orang dan tidak terkait dengan warna kulit,mata, atau rambut seseorang.
Faktor utama yang membuat seseorang lebih menarik bagi nyamuk adalah bau tubuh yang ditimbulkan. Selama lebih dari 100 tahun, para ilmuwan telah mengetahui bahwa aroma alami manusia memainkan peran krusial dalam menarik perhatian serangga ini. Setiap individu memiliki komposisi kimia kulit yang unik, menghasilkan bau yang berbeda-beda.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara mendalam mekanisme daya tarik nyamuk terhadap manusia. Temuan ini penting untuk pengembangan metode perlindungan yang lebih efektif dari gigitan nyamuk, terutama di daerah dengan risiko tinggi penyakit seperti demam berdarah dan malaria.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/01b799991.html
Artikel Terkait
WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
BisnisDickey Budiman, epidemiolog dan pakar Keamanan Kesehatan Global dari Griffith University Australia, meminta masyarakat tidak panik menanggapi situasi penyebaran Ebola di Afrika. Menurutnya, meskipun situasi sangat serius, dunia tidak sedang mengarah pada pandemi baru seperti Covid-19....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaKemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
BisnisPemerintah Indonesia memastikan kesiapan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi penyakit infeksi emerging, dengan menyatakan seluruh fasilitas mulai dari rumah sakit rujukan, ketersediaan alat PCR, alat pelindung diri (APD), hingga tempat tidur isolasi dan ICU dalam kondisi cukup. Saat ini terdapat 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia, dan dari jumlah tersebut, sebanyak 21 rumah sakit sentinel telah disiapkan di 20 provinsi....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
Bisnisdr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K mengungkapkan perubahan suhu drastis memengaruhi sistem imun tubuh dan mempercepat perkembangbiakan kuman, virus, serta bakteri penyebab penyakit....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Prabowo Kaget Verrel Bramasta Ternyata Keturunan Bali
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
Artikel Terbaru
Menkes Budi Dilaporkan ke Polda Metro soal Gelar Palsu
Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
BI Didorong Naikkan Suku Bunga, Rupiah Melemah
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
Tautan Sahabat
- KKP Buka PENTARU 2026, Ini Daftar Sekolah dan Syarat
- Jalur Mandiri UIN Bandung 2026 Dibuka, Cek Syaratnya
- Kunci Jawaban IPAS Kelas 4 SD Halaman 93
- Pendaftaran Jalur Rapor UNJ Ditutup 31 Mei 2026
- Lokasi Ujian Mandiri Bela Negara UPN Yogyakarta 2026
- SPMB Jateng SMA 2026: Jadwal, Syarat, dan Urutan Seleksi
- Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD Halaman 168 Bunyi
- Syarat Daftar Mandiri Jalur Kemitraan UNS 2026
- SPMB Bandung 2026: Jadwal, Syarat, dan Ketentuan Lengkap
- 60 Soal IPAS Kelas 2 Semester 2 dan Kunci Jawaban