Lokasi: Otomotif >>

BI Didorong Naikkan Suku Bunga, Rupiah Melemah

Otomotif31679 Dilihat

RingkasanNilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah hingga menembus Rp 17. 600 per dolar AS pada pertengahan Mei 2026....

BI Didorong Naikkan Suku Bunga,<strong></strong> Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah hingga menembus Rp 17.600 per dolar AS pada pertengahan Mei 2026. Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan meminta Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga untuk menstabilkan nilai tukar. Selain itu, ia juga meminta pengusaha bahan pokok (sembako) tidak memanfaatkan situasi ini untuk menaikkan harga. "Bank Indonesia siang malam menjaga BI Rate supaya stabil, dan saya menyarankan ke BI agar menaikkan suku bunga agar ada perimbangan dolar, sehingga (dolar) turun," kata Eric saat dihubungi, Minggu (17/5/2026).

Terkait imbas pelemahan rupiah di lapangan, Politikus Partai Golkar ini memberikan catatan dan peringatan keras kepada para pedagang maupun pengusaha bahan kebutuhan pokok. Eric meminta agar pengusaha sembako tidak melakukan spekulasi dengan menaikkan harga secara sepihak. Pasalnya, tindakan tersebut akan memicu lonjakan inflasi yang dampaknya langsung memukul daya beli masyarakat bawah. Lebih lanjut, Eric menjelaskan bahwa terperosoknya nilai tukar rupiah saat ini didorong oleh banyak faktor, terutama dinamika perekonomian global yang dirasakan oleh hampir seluruh negara di dunia.

Oleh karena itu, ia menepis anggapan bahwa pelemahan rupiah terjadi karena institusi yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yakni Kementerian Keuangan, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak bekerja keras. "Pemerintah melalui Menteri Keuangan sudah berupaya keras menahan laju dolar dengan beberapa program perbankan yang meningkatkan pertumbuhan UMKM dan sektor korporasi," jelas Eric. Sementara itu, dari sisi pasar modal, Eric menilai OJK juga telah melakukan upaya maksimal untuk menstabilkan bursa saham.

Tags:

Artikel Terkait