Lokasi: Pendidikan >>

India Minta Jalur Bebas Hambatan di Selat Hormuz

Pendidikan5 Dilihat

RingkasanMenteri Luar Negeri India menyampaikan permintaan khusus terkait konflik di Timur Tengah, sementara gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Presiden AS kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut....

India Minta Jalur Bebas Hambatan di Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri India menyampaikan permintaan khusus terkait konflik di Timur Tengah, sementara gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Presiden AS kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut. New Delhi, sebagai ibu kota India, menjadi tuan rumah pertemuan para diplomat senior dari blok negara-negara berkembang, dengan para menteri luar negeri BRICS dan kepala delegasi dari negara-negara anggota serta mitra turut serta dalam pertemuan tersebut.

S. Jaishankar mengatakan konflik di Timur Tengah "layak" mendapat perhatian khusus karena ketegangan yang berkelanjutan dan "risiko terhadap lalu lintas". Hal ini disampaikan seorang pejabat senior di Seoul, seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap pada hari Kamis. Korea Selatan sedang menganalisis intelijen yang dibagikan oleh AS tentang serangan 4 Mei terhadap kapal Namu milik perusahaan pelayaran Korea Selatan HMM, yang menyebabkan kebakaran dan merusak lambung buritan bagian bawah.

Yonhap mengutip seorang pejabat senior kementerian luar negeri yang mengatakan kepada wartawan, “Setelah kami melalui penyelidikan dan menyajikan bukti, saya percaya bahwa pihak Seoul telah mengirim tim ahli ke Dubai, tempat Namu diperiksa menjelang perbaikan yang direncanakan, untuk melakukan investigasi forensik atas kerusakan pada kapal tersebut.” Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan komentar tersebut dibuat “dengan asumsi bahwa”.

Tags:

Artikel Terkait