Lokasi: Teknologi >>
MTI Minta Penutupan Pelintasan Sebidang Bertahap dan Terukur
Teknologi133 Dilihat
RingkasanMasyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai penutupan seluruh perlintasan sebidang secara serentak ideal dari sisi keselamatan, tetapi secara teknis dan sosial akan menimbulkan hambatan kompleks. Djoko selaku Dewan Penasihat MTI menyatakan dampak pertama yang muncul ialah peningkatan beban lalu lintas di jalan raya akibat perpindahan arus kendaraan ke ruas lain....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ancaman-Keselamatan-Lewati-Perlintasan-Sebidang_20260502_191349.jpg)
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai penutupan seluruh perlintasan sebidang secara serentak ideal dari sisi keselamatan, tetapi secara teknis dan sosial akan menimbulkan hambatan kompleks. Djoko selaku Dewan Penasihat MTI menyatakan dampak pertama yang muncul ialah peningkatan beban lalu lintas di jalan raya akibat perpindahan arus kendaraan ke ruas lain. Tanpa infrastruktur pengganti yang memadai, kondisi itu berpotensi menimbulkan kemacetan baru di jalan-jalan utama serta meningkatkan konsumsi bahan bakar masyarakat.
Djoko juga menyoroti potensi terputusnya konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan permukiman padat yang bergantung pada perlintasan sebidang. Pembangunan flyover maupun underpass di wilayah Jabodetabek menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan tingginya biaya konstruksi. Pembangunan underpass kerap terkendala jaringan utilitas perkotaan seperti pipa gas, kabel fiber optik, hingga drainase kota.
Biaya pembangunan satu flyover atau underpass mencapai ratusan miliar rupiah sehingga perlu penentuan prioritas yang ketat. Djoko menegaskan kebijakan penutupan perlintasan sebidang harus diimbangi dengan penyediaan infrastruktur alternatif yang memadai untuk menghindari dampak negatif pada mobilitas masyarakat dan perekonomian.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/309d3499656.html
Artikel Terkait
Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis
TeknologiIbrahim menyatakan penguatan dolar AS masih menjadi sentimen dominan di pasar keuangan global, diperparah konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas terutama di wilayah Selat Hormuz. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar setelah serangan terhadap instalasi minyak Iran yang disebut melibatkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat....
Baca SelengkapnyaESG Batu Bara: Laporan Hijau Bentrok Fakta Lapangan
TeknologiPraktik keberlanjutan di sektor pertambangan Indonesia dinilai masih setengah hati karena hanya berfokus pada emisi operasional, tanpa menyentuh rantai pasok hingga dampak sosial di sekitar area tambang. Isu krusial ini mengemuka dalam workshop media bertajuk "Mengawal ESG dan Transisi Energi di Sektor Pertambangan" yang digelar Yayasan Bicara Data Indonesia (YBDI) dan Katadata Green di Jakarta, Rabu (13/5/2026)....
Baca SelengkapnyaPemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
TeknologiKementerian Perdagangan RI (Kemendag) menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) emas untuk periode kedua Mei 2026 sebesar 150. 555,29 dolar AS per kilogram, turun 1,72 persen dari sebelumnya 153....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Komisi III Nilai Laporan Erin Eks Andre Taulany Berlebihan
- Menteri Bappenas Dorong PTPN I Percepat Program Pangan Prabowo
- BI Didorong Naikkan Suku Bunga, Rupiah Melemah
- Indonesia dan Belarus Teken MoU Bisnis Rp7 Triliun
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- OJK Imbau Investor Tenang Jelang Rebalancing MSCI Besok
Artikel Terbaru
Pemerintah Bergerak Bebaskan WNI Usai Kapal Disergap Israel
ParagonCorp Luncurkan Smart Lab 2.0 untuk Riset Kosmetik Presisi
ESG Batu Bara: Laporan Hijau Bentrok Fakta Lapangan
Emas Antam Stagnan di Rp2.839.000 per Gram Hari Ini
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Pertumbuhan Ekonomi RI Mentereng, Rakyat Tak Rasakan
Tautan Sahabat
- Umar Abdullah Juara 2 Lamborghini Super Trofeo Eropa 2026
- Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
- Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
- Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
- 5 Situasi Darurat yang Wajib Pakai Towing
- Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
- DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Mobil Bekas
- Schaeffler Ekspansi Baterai EV Jangkau Pasar Kalimantan
- IBC Sebut Mobil Nasional Wujud Hilirisasi EV End to End
- Honda Patenkan Motor Trail Listrik Rasa Konvensional