Lokasi: Properti >>

Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis

Properti219 Dilihat

RingkasanIbrahim menyatakan penguatan dolar AS masih menjadi sentimen dominan di pasar keuangan global, diperparah konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas terutama di wilayah Selat Hormuz. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar setelah serangan terhadap instalasi minyak Iran yang disebut melibatkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat....

Rupiah Sentuh Rp 17.532,<strong></strong> Data Ekonomi Disebut Tak Realistis

Ibrahim menyatakan penguatan dolar AS masih menjadi sentimen dominan di pasar keuangan global, diperparah konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas terutama di wilayah Selat Hormuz. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar setelah serangan terhadap instalasi minyak Iran yang disebut melibatkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat.

Ia menilai konflik tersebut berpotensi berkembang menjadi indikasi bahwa Amerika Serikat siap melakukan serangan. "Ini yang membuat harga minyak terus mengalami kenaikan, indeks dolar pun juga terus mengalami kenaikan," ucap Ibrahim. Selain faktor eksternal, ia juga menyoroti persoalan domestik terkait data ekonomi yang memunculkan perdebatan karena dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi riil di lapangan.

"Ada satu sanggahan pernyataan dari akademisi ya. Jadi melalui riset bahwa sebenarnya...," ujarnya. Ibrahim meminta Badan Pusat Statistik (BPS) menerapkan mekanisme revisi data ekonomi secara bertahap seperti yang dilakukan Amerika Serikat. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap data ekonomi nasional.

Tags:

Artikel Terkait

  • KSPSI Minta Pemerintah Tekan Impor Demi Rupiah Stabil

    Properti

    Anggota Lembaga Kerja Sama Tripartit, Arnod, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, pasar besar, dan tenaga kerja berjumlah banyak yang seharusnya mampu menopang kebutuhan nasional, terutama di sektor pangan dan industri strategis. Namun, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor berbagai komoditas penting seperti gula, kedelai, jagung, susu, daging, buah-buahan, bahan kimia, baja, mesin industri, elektronik, hingga farmasi....

    Properti

    Baca Selengkapnya
  • Satpam Curigai Kantor Hayam Wuruk Markas Judol

    Properti

    Sulaiman menaruh curiga pada banyaknya Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke area kantor di lantai 20 dan 21 dengan penampilan terlalu santai dalam beberapa bulan terakhir. "Sebenarnya saya sudah curiga, beberapa bulan terakhir saya nyiriin (mencirikan)....

    Properti

    Baca Selengkapnya
  • Peredaran 100 Vape Etomidate di Tangerang Terbongkar

    Properti

    Polisi menangkap seorang tersangka berinisial W di lobi sebuah apartemen di wilayah Tangerang pada Selasa (12/5/2026) terkait kasus kepemilikan narkoba jenis etomidate. Kanit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Edy Lestari mengungkapkan pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat tentang peredaran barang haram tersebut....

    Properti

    Baca Selengkapnya