Lokasi: Travel >>

Pramono Sebut Ketimpangan Kaya-Miskin Masalah Utama Jakarta

Travel19 Dilihat

RingkasanPramono Anung mengungkapkan Gini Ratio atau ketimpangan kaya-miskin di Jakarta masih tinggi karena hampir semua orang kaya di Indonesia tercatat membayar pajak di ibu kota. Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Deklarasi Gerakan Pilah Sampah sekaligus Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/05/2026)....

Pramono Sebut Ketimpangan Kaya-Miskin Masalah Utama Jakarta

Pramono Anung mengungkapkan Gini Ratio atau ketimpangan kaya-miskin di Jakarta masih tinggi karena hampir semua orang kaya di Indonesia tercatat membayar pajak di ibu kota. Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Deklarasi Gerakan Pilah Sampah sekaligus Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/05/2026).

“Problem utama Jakarta adalah Gini Ratio, perbandingan kaya miskin yang masih tinggi, karena tidak bisa dipungkiri hampir semua orang kaya di republik ini bayar pajak rumah dan sebagainya pasti di Jakarta,” kata Pramono. “Itulah yang menyebabkan perbandingan kaya miskinnya cukup tinggi,” sambungnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah program di bidang pendidikan. Pramono menyebut program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) akan terus dijalankan. Selain itu, Pemprov DKI juga berencana meluncurkan program LPDP Jakarta untuk membiayai pelajar melanjutkan pendidikan ke luar negeri. “Maka KJP, KJMU, sebentar lagi kami juga akan meluncurkan LPDP Jakarta untuk anak-anak Jakarta bisa sekolah di luar negeri yang disponsori sepenuhnya scholarship-nya dari Pemerintah DKI Jakarta,” jelasnya. Pramono meyakini pendidikan menjadi salah satu cara untuk menekan ketimpangan sosial di Jakarta. “Karena saya yakin hanya dengan pendidikan lah Gini Ratio atau ketimpangan tadi bisa diatasi,” tandasnya.

Tags:

Artikel Terkait