Lokasi: Pendidikan >>

Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung

Pendidikan78857 Dilihat

RingkasanBanyak orang mengabaikan keluhan jantung berdebar atau sesak napas karena menganggapnya akan hilang setelah istirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang serius....

Berdebar Naik Tangga,<strong></strong> Waspada Gangguan Irama Jantung

Banyak orang mengabaikan keluhan jantung berdebar atau sesak napas karena menganggapnya akan hilang setelah istirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang serius. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP, Subsp.Ar(K), FIHA, menjelaskan bahwa atrial fibrilasi merupakan gangguan kelistrikan jantung yang menyebabkan denyut tidak teratur. Pada kondisi normal, denyut jantung berdetak teratur sekitar 60–100 kali per menit. “Karena dia korslet, dia bisa nadinya jadi lari,” jelas dr. Dony.

Menurut dr. Dony, banyak pasien baru menyadari gejala setelah aktivitas ringan menjadi lebih melelahkan dibanding biasanya. Contohnya, setelah naik beberapa anak tangga, dada terasa tidak nyaman dan napas cepat habis. “Kadang-kadang bisa rasanya seperti sesak napas,” katanya. Gejala lain yang sering muncul termasuk jantung berdebar, pusing, dan kelelahan berlebihan. Karena denyut jantung terlalu cepat terus-menerus, tubuh menjadi mudah lelah dan tidak bertenaga.

Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera karena dapat meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung. dr. Dony mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan keluhan seperti jantung berdebar atau sesak napas yang berulang. Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan konsultasi dengan dokter spesialis jantung sangat disarankan untuk diagnosis dini. Deteksi dan pengobatan awal dapat mencegah komplikasi serius serta meningkatkan kualitas hidup pasien atrial fibrilasi.

Tags:

Artikel Terkait