Lokasi: Bisnis >>
Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
Bisnis5288 Dilihat
RingkasanOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/food-noise.jpg)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan. Food noise bukan sekadar keinginan makan biasa, melainkan mencerminkan respons otak terhadap makanan, stres, kebiasaan, dan lingkungan. Fenomena ini kini semakin diakui dalam literatur ilmiah sebagai bagian dari mekanisme biologis.
"Setelah makan biasanya kita merasakan kenyang dan ngantuk. Tapi kalau tiba-tiba setelah itu masih pengen makan lagi, misalnya makan pisang keju cokelat, lalu pengen makan burger juga. Itu namanya food noise," ujar Dokter Iflan. Hasrat ingin makan terus-menerus seperti itu menjadi pemicu kelebihan kalori. "Yang seharusnya kita makan cukup dengan 2.000 kalori, food noise membuat porsi jadi 4.000 kalori, dan ini jadi beban buat tubuh. Food noise itu muncul dari hayalan, hayalan ingin makan sesuatu," jelasnya. Dokter Iflan menambahkan, tumpukan kalori di tubuh yang tidak dibakar untuk berbagai aktivitas mendatangkan risiko berbahaya bagi kesehatan. "Food noise mengganggu produktivitas dan mengganggu tabungan juga, hidup jadi lebih boros," kata dia.
Ketika seseorang sudah mengalami obesitas, penanganan harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan tim medis dan keluarga. Obesitas merupakan penyakit kronis yang kompleks dan tidak semata-mata dipengaruhi oleh kemauan atau pola makan. Mengutip World Obesity Atlas 2022, Indonesia menempati urutan ke-3 dari 10 negara di Asia Tenggara dengan estimasi prevalensi obesitas yang tinggi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/23a799969.html
Artikel Terkait
Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP
BisnisKomarudin Watubun, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang dampak fluktuasi dolar AS terhadap masyarakat desa kurang tepat. Menurut Komarudin, meskipun transaksi sehari-hari masyarakat desa menggunakan rupiah, gejolak nilai tukar dolar tetap mempengaruhi harga kebutuhan pokok dan sektor ekonomi lainnya....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaDongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
BisnisKetua YPBLC, Julian Bongsoikrama, menyatakan kegiatan sosial tersebut menjadi ruang berbagi sekaligus sarana membangun karakter dan kreativitas anak. "Kampus dan yayasan bukan hanya ruang akademik, tetapi juga tempat di mana kita mengasah kreativitas, keberanian tampil, dan kemampuan berkolaborasi untuk tujuan mulia kemanusiaan," ujar Julian dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026)....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaDokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
BisnisRetinopati diabetik sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak pasien tidak menyadari sampai penglihatan mulai terganggu. Bahkan jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Artikel Terbaru
Jasa Marga Berlakukan Contraflow Tol Japek Saat Libur Panjang
Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
Ditjen Pas Konfirmasi Beasiswa S2 Ferdy Sambo dari STT Global Glow
Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
Tautan Sahabat
- Siklus 9 Tahun Trump-Xi: Mesra KTT, Perang Tarif Kemudian
- Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
- Trump Sebut Gencatan Senjata Kritis, Iran Siap Hadapi Segala Risiko
- Hantavirus Dilaporkan di ASEAN, Indonesia Termasuk Daftar
- Kapal Selam Nuklir AS Tiba di Gibraltar Usai Trump Tolak Iran
- Wabah Ebola Kongo-Uganda Ditetapkan sebagai Darurat
- Ekonomi Rusia Melambat, UE Sanksi Penculikan Anak Ukraina
- 3 Pendaki Tewas Tertimbun Erupsi Gunung Dukono
- Petani Tiongkok Stroke saat Berjualan, Warga Borong 4 Ton Apel
- Israel Rencanakan Serangan Baru ke Iran