Lokasi: Kuliner >>

Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit

Kuliner519 Dilihat

RingkasanDr Inke Nadia Diniyanti Lubis, Dokter spesialis anak konsultan infeksi penyakit tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami ancaman penyakit Monkey Malaria. "Saya tahu di Indonesia ini masih banyak sekali masyarakat yang belum cukup paham," ujarnya dalam media briefing virtual pada Kamis (14/5/2026)....

Waspada Monkey Malaria,<strong></strong> Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit

Dr Inke Nadia Diniyanti Lubis, Dokter spesialis anak konsultan infeksi penyakit tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami ancaman penyakit Monkey Malaria. "Saya tahu di Indonesia ini masih banyak sekali masyarakat yang belum cukup paham," ujarnya dalam media briefing virtual pada Kamis (14/5/2026). Ia menekankan bahwa istilah "monkey malaria" sebaiknya tidak digunakan sembarangan agar tidak memicu stigma negatif terhadap monyet. "Kalimatnya harus kita hindarkan karena tidak ingin menimbulkan stigma terkait monyet ataupun kera yang ada di sekitar kita," katanya.

Penyakit ini disebabkan oleh parasit bernama plasmodium knowlesi yang biasanya hidup pada monyet ekor panjang dan monyet beruk. Namun, penularannya tidak terjadi langsung dari monyet ke manusia. "Infeksi ini ternyata bisa menular dari monyet ke manusia melalui gigitan nyamuk," ucap Dr Inke. Ia menjelaskan bahwa perubahan lingkungan, terutama pembukaan hutan, menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko penularan penyakit ini.

Hal menarik yang disoroti Dr Inke adalah bagaimana perubahan hutan membuat manusia, monyet, dan nyamuk kini hidup di ruang yang semakin berdekatan. Kondisi ini meningkatkan interaksi antara ketiganya, sehingga potensi penularan plasmodium knowlesi semakin tinggi. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memahami risiko penyakit ini, terutama di daerah yang mengalami deforestasi atau perubahan ekosistem hutan.

Tags:

Artikel Terkait

  • Jaringan Narkoba Ishak Terbentuk dari Lapas, Seret AKP Deky

    Kuliner

    AKP Decky terseret kasus narkoba setelah Polsek Melak menangkap empat bandar berinisial IS alias Ishak, HR, IN, dan LM dengan barang bukti 63 bungkus sabu seberat 233,68 gram. Polisi juga menyita uang tunai Rp 54 juta hasil transaksi narkoba, delapan unit timbangan digital, buku catatan penjualan, dan puluhan alat hisap atau bong....

    Kuliner

    Baca Selengkapnya
  • Polisi Buka Suara soal Ansy Jan De Vries Dibegal

    Kuliner

    Polisi belum menemukan data korban pembacokan bernama Ansy Jan De Vries yang dikabarkan dirawat di RS Sumber Waras setelah viral di media sosial. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan tim dari Polsek Kebon Jeruk dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah melakukan pengecekan awal di lokasi dan rumah sakit pada Senin (18/5/2026)....

    Kuliner

    Baca Selengkapnya
  • Onad Akui Trauma Usai Rehab, Butuh Bantuan Psikolog

    Kuliner

    Onad, mantan vokalis band Killing Me Inside, resmi bebas dari rehabilitasi pada 28 Januari 2026 setelah menjalani masa pemulihan selama tiga bulan di panti rehab Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Onad sebelumnya diamankan kepolisian di kediamannya pada 29 Oktober 2025 atas kepemilikan ganja dan ekstasi, lalu menjalani rehabilitasi sejak 4 November 2025....

    Kuliner

    Baca Selengkapnya