Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Pendidikan15593 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/wbb0848ox.html
Sebelumnya: iOS 27 Hadirkan Fitur AI Canggih untuk Kamera
Berikutnya: Eksperimen AI Kafe di Swedia Berakhir Kacau
Artikel Terkait
Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
PendidikanKolaborasi dua maestro Pop Jawa, Denny Caknan dan Hendra Kumbara, berhasil menyuguhkan karya sarat makna budaya dan emosi mendalam. Denny Caknan atau Deni Setiawan, penyanyi dan pencipta lagu asal Ngawi, Jawa Timur, telah menjadi ikon utama musik Pop Jawa kontemporer setelah sukses besar lewat lagu "Kartonyono Medot Janji"....
Baca SelengkapnyaTerapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
PendidikanDr. dr....
Baca SelengkapnyaKabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
PendidikanDante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- iPhone Ultra Foldable Hanya Dua Warna Siap Meluncur
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Artikel Terbaru
Macron Tegur Peserta KTT Afrika, Tuai Kritik Pedas
WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
Bruno Fernandes Kunci Kemenangan, Casemiro Berpisah di Old Trafford
Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
Tautan Sahabat
- Bocah Rohul Meninggal Diduga Dianiaya Saat Ritual Sembuh
- Penjual Tempe di Pacitan Dirujuk Usai Disiram Air Keras
- Bendahara Desa Serang Bawa Kabur Dana Rp1 M
- Pemilik Warung Nonhalal Sukoharjo Tolak Hapus Menu Babi
- Dishub Palembang Razia: Pecat dan Potong Gaji 1 Tahun
- Prakiraan Cuaca Surabaya, Kediri, Madiun, Blitar 18 Mei 2026
- Kebakaran Mal Manado, Satu Korban Tewas Terjebak
- Bentrok Antarsuku di Wamena Tewaskan 13 Orang Akibat Lakalantas
- Anak Perwira Polisi Pembuat Lomba Rasis Rp100 Ribu
- BMKG Rilis Prakiraan Cuaca 7 Wilayah Bangka Belitung Besok