Lokasi: Gaya Hidup >>
Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
Gaya Hidup35455 Dilihat
RingkasanDante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pemandangan-gedung-bertingkat-di-Jakarta-diselimuti-asap-polusi-udara.jpg)
Dante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya. Menurut Dante, banyak masyarakat tidak sadar bahwa kabut tipis di langit perkotaan merupakan tanda kualitas udara buruk yang terus dihirup setiap hari.
Mengacu pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 9 dari 10 orang di dunia hidup di wilayah dengan udara tercemar. "Anak-anak berisiko terkena pneumonia hingga gangguan tumbuh kembang. Lansia menghadapi risiko penurunan fungsi organ. Pasien penyakit kronis rentan mengalami perburukan dan komplikasi. Dan para pekerja di luar ruangan terancam penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)," jelas Dante. Karena itu, Kementerian Kesehatan kini mendorong penguatan sistem peringatan dini untuk mengatasi dampak polusi udara terhadap kesehatan masyarakat.
Menurut Dante, tantangan terbesar saat ini adalah belum adanya sistem data yang mampu menghubungkan kualitas udara dengan dampak kesehatan secara langsung. "Celah inilah yang menjadi peluang kita untuk sama-sama memperkuat sistem peringatan dini melalui integrasi data yang kuat," katanya. Melalui sistem tersebut, pemerintah berharap masyarakat bisa mendapatkan peringatan lebih cepat ketika kualitas udara memburuk, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/97d799895.html
Artikel Terkait
Sony Resmi Rilis Jadwal Peluncuran Xperia 1 VIII
Gaya HidupSony mengumumkan acara peluncuran Xperia terbaru yang akan digelar pada 13 Mei 2026. Informasi tersebut dilaporkan oleh PhoneArena dalam artikel yang dipublikasikan pada 9 Mei 2026....
Baca SelengkapnyaPre-Order MacBook Neo Indonesia Dibuka 15 Mei 2026
Gaya HidupApple resmi meluncurkan MacBook Neo pada Rabu, 13 Mei 2026 dengan desain baru yang lebih berwarna dan harga lebih murah dibandingkan lini sebelumnya. Meski demikian, harga resmi untuk pasar Indonesia hingga saat ini masih belum diumumkan....
Baca SelengkapnyaKlaim Kode Redeem FC Mobile 10 Mei: Pemain 117 OVR
Gaya HidupEA Sports memberikan hadiah berupa gems dan rank up bagi para manajer virtual yang ingin membangun tim impian tanpa harus top-up. Pemain harus segera mengklaim kode redeem melalui situs resmi EA di redeem....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Samsung Galaxy S26 Ultra Pecahkan Rekor Charging Android
Google-Meta Tingkatkan Kualitas Instagram di Android
Kode Redeem FC Mobile 12 Mei 2026, Klaim Gems Gratis
Wamena Resmi Operasi, Kapasitas Internet Tembus 40 Gbps
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Google Hapus Fitur Fitbit di Aplikasi Kesehatan
Tautan Sahabat
- Eksperimen AI Kafe di Swedia Berakhir Kacau
- Kode Redeem FC Mobile 13 Mei 2026: 1.000 Gems & 5 Juta
- Kode Redeem FC Mobile 12 Mei 2026, Klaim Gems Gratis
- Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur, Ini Spesifikasinya
- Google Bantah Latih Gemini Pakai Email Gmail
- Instagram Rilis Fitur Instants, Mirip Snapchat
- Jepang Sorot Manipulasi AI Global dengan Situs Berita Palsu
- Google-Meta Tingkatkan Kualitas Instagram di Android
- 80 Link Twibbon Harkitnas 2026 & Cara Unggah di Medsos
- Google Hapus Fitur Fitbit di Aplikasi Kesehatan