Lokasi: Hiburan >>
Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Hiburan1958 Dilihat
RingkasanDokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-mengantuk-gfm.jpg)
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP, Subsp.Ar(K), FIHA mengingatkan bahwa gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea dapat memicu atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung. Banyak orang salah mengira dengkur keras sebagai tanda tidur nyenyak, padahal pada sleep apnea, napas berhenti berulang kali saat tidur sehingga tubuh tidak benar-benar beristirahat. "Gangguan tidur, kadang-kadang kita gak sadar tuh ngorok, terus siangnya ngantukan aja bawaanya. Itu adalah salah satu bentuk dari gangguan tidur yang menyebabkan atrial fibrilasi," jelas dr. Dony.
Menurut dr. Dony, tubuh tetap terasa lelah meski sudah tidur berjam-jam karena obstructive sleep apnea mengganggu kualitas istirahat. Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kerja jantung dan memicu gangguan irama. Pada atrial fibrilasi, detak jantung menjadi tidak teratur dan sering terlalu cepat, yang meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung.
Kondisi ini sering tidak disadari oleh penderitanya, sehingga dr. Dony menyarankan masyarakat untuk waspada jika sering mengantuk di siang hari meski sudah tidur cukup, terutama disertai dengkuran keras. Diagnosis dan penanganan dini obstructive sleep apnea sangat penting untuk mencegah dampak buruk pada irama jantung dan kesehatan secara keseluruhan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/13e799979.html
Artikel Terkait
PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
HiburanLebih dari 50 organisasi pasien dan profesional, termasuk Endocrine Society, mendukung upaya perubahan nama Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS). Upaya ini merupakan hasil kolaborasi internasional selama 14 tahun antara peneliti, dokter, dan penyintas kondisi tersebut....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaDongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
HiburanKetua YPBLC, Julian Bongsoikrama, menyatakan kegiatan sosial tersebut menjadi ruang berbagi sekaligus sarana membangun karakter dan kreativitas anak. "Kampus dan yayasan bukan hanya ruang akademik, tetapi juga tempat di mana kita mengasah kreativitas, keberanian tampil, dan kemampuan berkolaborasi untuk tujuan mulia kemanusiaan," ujar Julian dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026)....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaLemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Hiburandr Agus mengungkapkan bahwa lansia sering tidak menunjukkan gejala khas saat mengalami hipoglikemia, berbeda dengan orang muda yang biasanya merasakan pusing atau keringat dingin. Kondisi diam ini justru berbahaya karena keluarga kerap terlambat menyadari penurunan drastis gula darah pada lansia....
【Hiburan】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Pep Guardiola Realistis soal Gelar Liga Inggris
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Cinta Laura Jalani Operasi Akibat Jari Terbeset Pisau Daging
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Artikel Terbaru
Sampoerna Pimpin Pasar Tembakau di Tengah Tantangan 2025
Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Tautan Sahabat
- Prakiraan Cuaca Bali: Besakih Hujan Petir, 8 Wilayah Waspada
- Ibu Hamil Ditandu 30 Km ke RS, Bayi Meninggal
- Ayah Pengangguran di Padang Aniaya Bayi 2 Tahun
- Keluarga Sebut Badut Pembunuh Mertua Eksploitasi Anak
- Pemkab Kuningan Bela Anggaran iPhone Rp200 Juta untuk Konten
- TNI Perbaiki Rumah Reot Sandi Sekuriti Cilegon
- Manusia Silver Todong Pisau di Bali, Sosiolog Ungkap Motif Ekonomi
- Prakiraan Cuaca Madura: Hujan Ringan di Masalembu
- UMKM Ekraf Bali Bisa Pakai Sertifikat HKI untuk Pinjam KUR
- Anggota DPRD Jember Merokok Saat Rapat Disidang Gerindra