Lokasi: Hikmah >>

Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung

Hikmah4821 Dilihat

RingkasanDokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp....

Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok?<strong></strong> Waspada Gangguan Jantung

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP, Subsp.Ar(K), FIHA mengingatkan bahwa gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea dapat memicu atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung. Banyak orang salah mengira dengkur keras sebagai tanda tidur nyenyak, padahal pada sleep apnea, napas berhenti berulang kali saat tidur sehingga tubuh tidak benar-benar beristirahat. "Gangguan tidur, kadang-kadang kita gak sadar tuh ngorok, terus siangnya ngantukan aja bawaanya. Itu adalah salah satu bentuk dari gangguan tidur yang menyebabkan atrial fibrilasi," jelas dr. Dony.

Menurut dr. Dony, tubuh tetap terasa lelah meski sudah tidur berjam-jam karena obstructive sleep apnea mengganggu kualitas istirahat. Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kerja jantung dan memicu gangguan irama. Pada atrial fibrilasi, detak jantung menjadi tidak teratur dan sering terlalu cepat, yang meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung.

Kondisi ini sering tidak disadari oleh penderitanya, sehingga dr. Dony menyarankan masyarakat untuk waspada jika sering mengantuk di siang hari meski sudah tidur cukup, terutama disertai dengkuran keras. Diagnosis dan penanganan dini obstructive sleep apnea sangat penting untuk mencegah dampak buruk pada irama jantung dan kesehatan secara keseluruhan.

Tags:

Artikel Terkait