Lokasi: Olahraga >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Olahraga8541 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/vtye4pjko.html
Artikel Terkait
Wamenpora Taufik Hidayat Dukung Arena Selatan 2026 Cegah Tawuran
OlahragaTaufik menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara 'Arena Selatan' saat menghadiri kejuaraan di GOR Bulungan, Sabtu (16/5/2026). Mantan pebulutangkis nasional itu menilai ajang tersebut menjadi ruang aman dan inspiratif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi ke arah lebih positif....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaKabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
OlahragaDante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaPenyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
OlahragaPenyakit moya-moya merupakan kondisi langka yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah otak secara perlahan namun progresif, demikian dijelaskan oleh dr. Muhammad Hafif, Sp....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Vanja Bukilic Kembali ke Red Sparks Liga Voli Korea
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- Vinyl Bangkitkan Kembali Kenikmatan Musik di Era Digital
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Artikel Terbaru
DM Instagram Tak Terenkripsi, Privasi Pengguna Dipertanyakan
DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
PM Jepang Bantah Terlibat Video Serangan Politik
Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
Tautan Sahabat
- Mojtaba Khamenei Luka Gores Telinga, Bantah Rumor Kaki Palsu
- Israel Klaim Lepas Bantuan Militer AS, Hubungan Netanyahu-Trump Retak
- Bea Cukai Buka 8 Poin Soal Pemeriksaan Kartu Pokemon
- 19 Tewas di Lebanon, Gencatan Senjata Israel Dipertanyakan
- Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
- Vinyl Bangkitkan Kembali Kenikmatan Musik di Era Digital
- Xi Jinping Sambut Putin, Rusia-China Makin Erat
- Kursi Trump Lebih Pendek dari Xi Jinping, Sengaja?
- Polisi Tokyo Tangkap Eks Bos MTU Jepang Kasus Rp170 Miliar
- Trump Spam 20 Konten AI Serang Musuh Termasuk Iran