Lokasi: Travel >>
DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
Travel95 Dilihat
RingkasanFase pergerakan jemaah menuju Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan haji tahun ini, demikian disampaikan Singgih kepada wartawan, Minggu (17/5/2026). Singgih menilai potensi kepadatan jemaah dan cuaca ekstrem harus diantisipasi secara serius demi menjamin keselamatan jemaah, terutama bagi jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jamarat32.jpg)
Fase pergerakan jemaah menuju Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan haji tahun ini, demikian disampaikan Singgih kepada wartawan, Minggu (17/5/2026). Singgih menilai potensi kepadatan jemaah dan cuaca ekstrem harus diantisipasi secara serius demi menjamin keselamatan jemaah, terutama bagi jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi. "Pendekatan mitigatif harus menjadi prioritas utama. Kita tidak hanya memastikan kelancaran, tetapi juga keselamatan jamaah secara menyeluruh," kata Singgih.
Singgih meminta sejumlah aspek terus diperkuat, mulai dari manajemen pergerakan jamaah berbasis kloter untuk menghindari penumpukan, optimalisasi layanan kesehatan berbasis preventif dan deteksi dini, pemanfaatan teknologi informasi, hingga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Data menunjukkan mayoritas jamaah Indonesia berada pada kategori usia di atas 50 tahun sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam aspek kesehatan dan mobilitas selama pelaksanaan ibadah di Armuzna. Meski demikian, Singgih menilai pemerintah sudah berada di jalur yang tepat dalam menerapkan langkah mitigasi.
Singgih juga mengapresiasi sejumlah langkah antisipatif yang telah disiapkan pemerintah, mulai dari penguatan skema transportasi jamaah dari Makkah ke Arafah dan pergerakan antar lokasi Armuzna, penyediaan tenda yang ramah jemaah dengan fasilitas pendingin dan sanitasi, distribusi konsumsi yang tepat waktu, hingga layanan kesehatan khusus bagi jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi. Berdasarkan laporan lapangan, lebih dari 80 persen Jemaah Haji Indonesia (JHI) telah tiba di Makkah dalam kondisi umum yang baik. Layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi juga berjalan relatif lancar tanpa gangguan signifikan. "Ini adalah capaian yang patut kita syukuri bersama. Koordinasi yang solid antara petugas haji, pemerintah, dan otoritas Arab Saudi menunjukkan peningkatan kualitas layanan dari tahun ke tahun," ucapnya.
Selain menyoroti persiapan Armuzna, Singgih turut menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan urusan haji dalam kementerian tersendiri, yakni Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/94c799898.html
Artikel Terkait
Jennifer Coppen Kagumi Cara Justin Hubner Luluhkan Hati Putrinya
TravelJennifer Coppen akan menikahi Justin Hubner pada Juni 2026 di Bali. Keduanya menggelar pesta pernikahan selama dua hari dengan konsep adat dan internasional....
【Travel】
Baca SelengkapnyaKoperasi Diajak Bangun Jejaring Bisnis Internasional
TravelPemerintah terus mendorong koperasi Indonesia agar mampu menembus pasar global melalui transformasi digital dan peningkatan standar mutu produk. Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Henra Saragih, menyampaikan pernyataan tersebut dalam kegiatan business matching antara Koperasi Konsumen Kana dengan sejumlah calon mitra bisnis dan importir asal Korea Selatan....
【Travel】
Baca SelengkapnyaPrabowo: Ketahanan Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa
TravelPresiden Prabowo Subianto menegaskan penguatan ketahanan pangan nasional melalui berbagai program strategis pemerintah saat menghadiri panen raya jagung serentak kuartal II dan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan sinergi program tersebut mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga pembangunan desa nelayan yang didukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan nasional....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Agen BRILink BUMDes Kemudo Jaga Dompet Warga dan Cegah Penipuan
- Dolar AS Menguat, Masyarakat Desa Paling Terdampak
- Jakarta Candle Ekspor Lilin Limbah Sawit Berkat KUR BRI
- Pedagang Jaksel Ogah Jual Minyakita karena Mahal dan Langka
- Ricuh Laga PSM vs Persib: Pemain Aman, Terjebak di Ruang Ganti
- Purbaya Lantik 8 Pejabat Baru, Ingatkan Tanggung Jawab
Artikel Terbaru
Gol Akhir Julio Cesar Bawa Persib Kalahkan PSM
Koperasi Diajak Garap Pasar Luar Negeri Lewat Jejaring Global
Pedagang Jaksel Ogah Jual Minyakita karena Mahal dan Langka
Arsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka
Febby Carol Doakan Pernikahan Virgoun dan Lindi
IHSG Anjlok 1,43%, Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar
Tautan Sahabat
- 13 Negara Terdampak Hantavirus Kapal Pesiar, F-35 Kirim SOS
- Tersangka Penembakan Trump Mengaku Tidak Bersalah
- Arab Saudi Siaga Penuh, Fasilitas Jamarat Haji 2026 Dirombak
- Iran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal AS
- Trump Tunda Serang Iran Atas Permintaan Qatar, Saudi, UEA
- China Gelar Jamuan Mewah untuk Donald Trump
- India Larang Rakyat Beli Emas Selama Setahun
- Iran Sambut Diplomasi China-Pakistan di Tengah Konflik
- Trump Angkut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Publik Curiga
- Nyamuk Wolbitos Senjata Brasil Lawan Demam Berdarah