Lokasi: Gaya Hidup >>

Arsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka

Gaya Hidup37 Dilihat

RingkasanAryo menyayangkan industri timah Indonesia yang sudah berusia 150 tahun belum memiliki pusat riset timah sendiri. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam forum Met Connex 2026 di JCC Jakarta pada Selasa (12/5/2026)....

Arsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka

Aryo menyayangkan industri timah Indonesia yang sudah berusia 150 tahun belum memiliki pusat riset timah sendiri. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam forum Met Connex 2026 di JCC Jakarta pada Selasa (12/5/2026). Rare earth elements merupakan salah satu produk sampingan yang disebutnya perlu dimanfaatkan oleh Indonesia.

“Semoga kita bisa mendapatkan manfaat dari itu. Salah satu hal yang kami lakukan adalah berinvestasi membangun pusat riset,” ujar Aryo. Ia menilai Indonesia harus mulai menguasai teknologi hilir berbasis mineral tersebut. Menurut dia, pengembangan teknologi tidak bisa hanya bergantung pada pasar luar negeri, melainkan harus didukung kapasitas riset domestik dan penguatan ekosistem nasional agar inovasi, kolaborasi industri, serta nilai tambah ekonomi tetap berada di dalam negeri.

“Kita perlu menguasainya, dan ini harus dimiliki oleh Indonesia, diteliti di Indonesia, dan dibuat di Indonesia,” tegas Aryo. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, perusahaan swasta, dan perusahaan pelat merah sektor pertambangan. Kerja sama dengan perusahaan yang telah lama bergerak di industri timah dapat menjadi langkah penting membangun ekosistem penelitian mineral nasional. Pusat riset ini menjadi bagian dari agenda yang lebih luas untuk memperkuat kedaulatan industri dalam negeri.

Tags:

Artikel Terkait