Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Pendidikan347 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/lkr10uo7p.html
Artikel Terkait
Terjemahan Lirik All Too Well Taylor Swift: Lost in Translation
PendidikanLagu All Too Well menjadi bagian dari album studio keempat Taylor Swift yang bertajuk Red. Big Machine Records merilis album tersebut pada 22 Oktober 2012....
Baca SelengkapnyaHipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
PendidikanPeningkatan kasus penyakit jantung pada anak muda menjadi alarm serius bagi Indonesia. Para ahli medis mengungkapkan lonjakan ini berkaitan erat dengan buruknya pola hidup masyarakat modern saat ini....
Baca SelengkapnyaFood Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
PendidikanOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Garmin Luncurkan Forerunner 70 dan 170, Ini Harganya
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- Kode Redeem FC Mobile 12 Mei 2026, Klaim Gems Gratis
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
Artikel Terbaru
Emerse Fae Target Kejutan Piala Dunia 2026
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
Messi Cetak 3 Gol 1 Assist, Bawa Inter Miami Menang
Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Tautan Sahabat
- Rupiah Ambrol, Dolar AS Tembus Rp17.750 di Money Changer
- Promo Indomaret, Alfamart, Superindo: Minyak Sania 1L Rp21.600
- Promo Alfamart, Indomaret, Superindo 13 Mei: Minyak Fortune Rp42.800
- Rupiah Anjlok ke Rp 17.529 per Dolar AS, Rekor Terburuk
- Jasa Raharja Libatkan Driver Online Percepat Lapor Laka
- Pendapatan Aset GBK Tembus Rp812 Miliar di 2025
- Defisit APBN 2026 Tembus Rp164,4 Triliun per April
- BKI Tekankan Standar Keselamatan Kapal Cepat Batam
- RI Dorong Jadi Hub Storage Minyak ASEAN
- Biaya Logistik RI Tinggi, Bukan Hanya Soal Transportasi