Lokasi: Kesehatan >>

Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia

Kesehatan733 Dilihat

Ringkasandr Agus mengungkapkan bahwa lansia sering tidak menunjukkan gejala khas saat mengalami hipoglikemia, berbeda dengan orang muda yang biasanya merasakan pusing atau keringat dingin. Kondisi diam ini justru berbahaya karena keluarga kerap terlambat menyadari penurunan drastis gula darah pada lansia....

Lemas Lansia Bukan Hanya Usia,<strong></strong> Waspada Hipoglikemia

dr Agus mengungkapkan bahwa lansia sering tidak menunjukkan gejala khas saat mengalami hipoglikemia, berbeda dengan orang muda yang biasanya merasakan pusing atau keringat dingin. Kondisi diam ini justru berbahaya karena keluarga kerap terlambat menyadari penurunan drastis gula darah pada lansia. "Kalau orang tua mungkin cuma diem aja, nggak ada keluhan apa-apa, nggak ada gemetaran, nggak ada keringat dingin. Nah itu mungkin hipoglikemi," ujar dr Agus dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health, Senin (18/5/2026).

Menurut dr Agus, fenomena ini terjadi karena lansia sering mengalami neuropati atau gangguan saraf yang membuat tubuh tidak lagi memberikan sinyal jelas saat gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi. Oleh karena itu, peran caregiver atau anggota keluarga menjadi sangat krusial dalam memantau kondisi lansia. "Sehingga caregiver atau yang pengasuhnya, ya, atau anaknya yang mendampingi harus begitu perhatian, ya. Harus care, ya. Jangan-jangan ini bapaknya diem aja," katanya menekankan pentingnya kewaspadaan.

Lebih lanjut, dr Agus memperingatkan bahwa hipoglikemia yang berlangsung terlalu lama dapat memperburuk kondisi otak pada lansia. Kondisi ini bahkan bisa memperparah demensia dan gangguan kognitif. "Karena hipoglikemi yang lama akan memperberat demensianya, ya. Akan memperberat gangguan kognitifnya," jelasnya menambahkan urgensi deteksi dini pada lansia.

Tags:

Artikel Terkait