Lokasi: Berita >>
SPMB Bandung 2026: Jadwal, Syarat, dan Ketentuan Lengkap
Berita166 Dilihat
RingkasanPendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmi SPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-KOTA-BANDUNG-34534534.jpg)
Pendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmiSPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan.
Orang tua dan calon peserta didik diimbau memperhatikan tahapan pendataan, pendaftaran, seleksi, hingga daftar ulang agar tidak melewatkan jadwal yang telah ditentukan. Mengutip laman resmi SPMB Kota Bandung 2026, berikut informasi selengkapnya mengenai alur dan jadwal penerimaan.
Setiap jalur penerimaan memiliki ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh peserta didik. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan memastikan proses ini berjalan transparan dan akuntabel demi pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/cbid4307b.html
Sebelumnya: Kode Redeem Fish It Roblox 19 Mei 2026 Klaim Hadiah
Berikutnya: Daftar 26 Pemain Skotlandia Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
WhatsApp Plus Kini Tersedia di iPhone, Mulai Rp14 Ribuan
BeritaWhatsApp menghadirkan layanan premium berbayar bernama WhatsApp Plus yang menawarkan fitur eksklusif untuk mempercantik tampilan aplikasi dan mempermudah pengelolaan chat, sebagaimana dilaporkan oleh WABetaInfo pada publikasi 9 Mei 2026. Pengguna yang mendapatkan akses dapat melihat opsi berlangganan langsung melalui menu pengaturan aplikasi, sementara pengguna yang tidak berlangganan tetap bisa menggunakan seluruh fitur utama....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
BeritaDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
【Berita】
Baca Selengkapnya1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
BeritaAnak yang tampak ceria dan lincah sering dianggap sehat, namun para ahli mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu menandakan anak bebas dari masalah gizi. Masalah gizi pada anak dinilai masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan kerap terlambat disadari oleh orang tua....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Wasit Liga Inggris Akui Gol MU Tak Sah Akibat Handball Mbeumo
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
- Kunci Gitar Dere: Aku Ingin Kau Bahagia di Hatimu
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
Artikel Terbaru
Amna Al Qubaisi, Pebalap Perempuan Tunggal di Porsche Carrera Cup Asia
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
Leo/Daniel Comeback, Sabar/Reza Mundur di Thailand Open 2026
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Tautan Sahabat
- Argi Gumilar Bangkit dari Pandemi Berkat KUR BRI
- Indonesia Ekspor 500 Ribu Ton Beras, Malaysia Minta Rp16.000
- Melestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan
- IHSG Ambles 2,55 Persen Usai Dibuka Menguat, Apa Sebabnya?
- Bank Indonesia Dinilai Kehilangan Trust Akibat Rupiah dan IHSG Anjlok
- Pemuda Lereng Merbabu Sukses Bisnis Domba Kurban dengan KUR BRI
- Produk Palet Desa BRILiaN Kemudo Klaten Tembus Pasar Amerika
- Mendag Beri Sinyal Harga Minyakita Naik
- Susukan Menangi Desa BRILiaN BRI dengan Ekonomi Cetuk
- Pemerintah Didorong Cari Solusi Regulasi Rokok