Lokasi: Properti >>
Kemenag Buka Beasiswa Double Degree Inggris 2026
Properti61852 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026 yang sebelumnya telah berjalan, dan kini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta UIN Alauddin Makassar sebagai mitra kerja sama internasional....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-BIB-Kemenag-2026.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026 yang sebelumnya telah berjalan, dan kini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta UIN Alauddin Makassar sebagai mitra kerja sama internasional.
Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa perluasan kerja sama ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia. "Ini mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang terhubung secara global," ungkap Ruchman. Siti Maria Ulfa, selaku Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan PUSPENMA, menambahkan bahwa program ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang ingin meraih pengalaman akademik internasional dan berkontribusi pada pengembangan pendidikan di Indonesia.
Pendaftar program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk memiliki sertifikat tes ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang diterbitkan lembaga resmi. Program ini dibuka mulai 1 April 2026 hingga 31 Mei 2026, dan informasi lengkap mengenai beasiswa dapat diakses melalui website resmi Kemenag.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/bmpg821l9.html
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp 17.600, Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan
PropertiPengrajin tahu dan tempe mulai kesulitan menyiasati lonjakan harga kedelai yang dipicu depresiasi rupiah, kata Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar, Eric Hermawan. "Di tingkat akar rumput, perajin komoditas pangan seperti tahu dan tempe sudah mulai kelabakan menyiasati harga kedelai domestik yang melambung jauh di atas harga internasional," ujar Eric kepada wartawan, Senin (18/5/2026)....
【Properti】
Baca SelengkapnyaBPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
PropertiBPOM mengambil langkah kehati-hatian dalam merespons usulan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mendorong pelarangan total vape di Indonesia. Sikap ini diambil setelah ditemukannya penyalahgunaan catridge vape sebagai alat konsumsi narkotika, namun BPOM menegaskan bahwa penyalahgunaan tersebut tidak ditemukan pada produk berpita cukai di toko-toko resmi, melainkan pada produk ilegal tanpa pita cukai....
【Properti】
Baca SelengkapnyaDiet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
PropertiPenurunan berat badan drastis tanpa pengawasan dokter justru bisa membuat tubuh terlihat lesu, lemas, dan tampak seperti orang sakit, karena massa otot ikut hilang. Dokter Spesialis Gizi Klinik RSU Bhakti Asih, dr....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Cristiano Ronaldo Tak Pantas Dipuja Meski Al Nassr Juara
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Dewi Perssik Tak Mau Damai dengan Pelaku Pencatutan Nama
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
Artikel Terbaru
Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
Tautan Sahabat
- Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi
- Double Decker Solusi Lahan Sempit Hunian Baru Jakarta
- ASDP Rayakan HUT Ke-53, Kinerja Tumbuh Berkelanjutan
- Rupiah Tembus Rp17.500, Harga Pangan-Elektronik-Obat Melonjak
- Indonesia-Belarus Perkuat Hubungan Ekonomi dan Perdagangan
- Ketua Komisi XI DPR Desak BI Stabilkan Rupiah Segera
- Pertumbuhan Ekonomi RI Mentereng, Rakyat Tak Rasakan
- Menteri Bappenas Dorong PTPN I Percepat Program Pangan Prabowo
- Mendag: Mayoritas UMKM Tak Tahu Cari Pembeli Luar Negeri
- Sengketa Hotel Sultan, Hamdan Zoelva Bicara Ambil Alih Bisnis