Lokasi: Pendidikan >>

Rupiah Tembus Rp 17.600, Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan

Pendidikan23843 Dilihat

RingkasanPengrajin tahu dan tempe mulai kesulitan menyiasati lonjakan harga kedelai yang dipicu depresiasi rupiah, kata Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar, Eric Hermawan. "Di tingkat akar rumput, perajin komoditas pangan seperti tahu dan tempe sudah mulai kelabakan menyiasati harga kedelai domestik yang melambung jauh di atas harga internasional," ujar Eric kepada wartawan, Senin (18/5/2026)....

Rupiah Tembus Rp 17.600,<strong></strong> Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan

Pengrajin tahu dan tempe mulai kesulitan menyiasati lonjakan harga kedelai yang dipicu depresiasi rupiah, kata Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar, Eric Hermawan. "Di tingkat akar rumput, perajin komoditas pangan seperti tahu dan tempe sudah mulai kelabakan menyiasati harga kedelai domestik yang melambung jauh di atas harga internasional," ujar Eric kepada wartawan, Senin (18/5/2026). Pelemahan rupiah yang menembus level Rp 17.600 per dolar AS dipicu tekanan ganda dari faktor eksternal maupun domestik, jelasnya.

Dari sisi global, eskalasi geopolitik di Timur Tengah disebut memicu capital outflow atau keluarnya investasi dari pasar domestik. Sementara di dalam negeri, muncul persepsi risiko fiskal yang dinilai turut memberi tekanan terhadap stabilitas rupiah. Menurut Eric, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak langsung terhadap stabilitas makroekonomi dan daya beli masyarakat. Ia mengingatkan struktur industri nasional saat ini masih sangat bergantung pada bahan baku impor. "Ketergantungan impor di sektor kimia, tekstil, elektronik hingga farmasi masih mencapai 70 persen. Depresiasi rupiah dipastikan akan mendongkrak biaya produksi," ujarnya.

Eric juga memperingatkan ancaman imported inflation atau inflasi impor yang mulai nyata di depan mata. Dia mengatakan, ketika biaya bahan baku dan modal melonjak akibat pelemahan rupiah, produsen hanya memiliki dua pilihan sulit, yakni memangkas keuntungan atau menaikkan harga jual kepada konsumen. Kondisi ini dinilai dapat memperburuk daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang sudah ada.

Tags:

Artikel Terkait