Lokasi: Pendidikan >>

Dedi Mulyadi Ancam Suporter Rusuh ke Barak Militer

Pendidikan1955 Dilihat

RingkasanPertandingan El Clasico Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) berakhir dengan kemenangan, namun kericuhan justru pecah di sejumlah wilayah Jawa Barat setelah laga selesai. Bentrok dilaporkan terjadi di beberapa titik, di antaranya wilayah Karawang dan Kuningan....

Dedi Mulyadi Ancam Suporter Rusuh ke Barak Militer

Pertandingan El Clasico Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta yang digelar di Stadion Segiri,Samarinda, Minggu (10/5/2026) berakhir dengan kemenangan, namun kericuhan justru pecah di sejumlah wilayah Jawa Barat setelah laga selesai.

Bentrok dilaporkan terjadi di beberapa titik, di antaranya wilayah Karawang dan Kuningan. Kericuhan tersebut mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengeluarkan peringatan keras kepada para pendukung sepak bola yang nekat melakukan aksi anarkis di jalanan. Menurut Dedi, rivalitas antarsuporter seharusnya hanya berlangsung selama pertandingan di lapangan dan tidak meluas menjadi kericuhan di ruang publik.

Dedi Mulyadi menegaskan pertandingan sepak bola tidak boleh dijadikan alasan untuk mengganggu ketertiban masyarakat. Para pelaku kerusuhan, kata dia, mungkin perlu mendapatkan pembinaan disiplin ala barak apabila tidak mampu menjaga ketertiban di jalan. Wacana membawa pelaku kerusuhan ke barak disebut sebagai upaya memberikan efek jera sekaligus mendidik suporter agar memiliki mental ksatria. "Bagi yang menang, Persib, kita jangan memperlihatkan kejumawaan. Kemudian bagi yang kalah jangan berkecil hati. Ya sudah, nanti bertempurnya di lapangan, main bola, bukan di jalan," tambahnya.

Tags:

Artikel Terkait