Lokasi: Berita >>

Kuba Borong 300 Drone dari Rusia dan Iran

Berita48 Dilihat

RingkasanKuba telah memperoleh lebih dari 300 drone militer berdasarkan intelijen rahasia yang dikutip Axios. Laporan yang terbit pada Minggu (17/05) itu menuduh Kuba mendiskusikan rencana penggunaan drone militer untuk menyerang pangkalan angkatan laut AS di Guantanamo Bay, kapal-kapal militer Amerika, dan kemungkinan Key West, Florida....

Kuba Borong 300 Drone dari Rusia dan Iran

Kuba telah memperoleh lebih dari 300 drone militer berdasarkan intelijen rahasia yang dikutip Axios. Laporan yang terbit pada Minggu (17/05) itu menuduh Kuba mendiskusikan rencana penggunaan drone militer untuk menyerang pangkalan angkatan laut AS di Guantanamo Bay, kapal-kapal militer Amerika, dan kemungkinan Key West, Florida. Pemerintahan Trump disebut khawatir terhadap perkembangan teknologi perang drone serta keberadaan penasihat militer Iran di Havana.

Seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Axios bahwa situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius. "Ketika teknologi seperti itu berada sangat dekat, ditambah adanya berbagai aktor berbahaya mulai dari kelompok teroris, kartel narkoba, Iran hingga Rusia, hal itu tentu mengkhawatirkan," ujar pejabat tersebut. "Ancamannya terus berkembang." Pejabat AS juga mengungkapkan bahwa sejak 2023 Kuba telah membeli drone serang dari Rusia dan Iran, dan kini sedang berupaya memperoleh lebih banyak lagi.

Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodríguez Parrilla, menuduh Amerika Serikat merekayasa "kasus palsu" untuk membenarkan sanksi ekonomi dan kemungkinan intervensi militer terhadap Kuba. "Tanpa alasan yang sah sama sekali, pemerintah AS dari hari ke hari sedang membangun narasi palsu untuk membenarkan perang ekonomi yang kejam terhadap rakyat Kuba dan kemungkinan agresi militer," tulis Rodriguez di X pada Minggu (17/05). "Kuba tidak mengancam siapa pun dan tidak menginginkan perang." Namun, Rodriguez tidak secara langsung menyinggung tuduhan terkait drone dalam pernyataannya tersebut.

Laporan Axios ini muncul di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap Kuba. Pada akhir pekan lalu, sejumlah media AS melaporkan bahwa pemerintah AS sedang mengambil langkah untuk mendakwa Raúl Castro, mantan presiden Kuba sekaligus adik dari pemimpin lama Kuba, Fidel Castro.

Tags:

Artikel Terkait