Lokasi: Berita >>
Gap Year Buka Peluang Lebih Luas ke Kampus
Berita9 Dilihat
RingkasanSebanyak 5. 400....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/GANESHA-OPERATION-Ilustrasi-gap-year-Ba.jpg)
Sebanyak 5.400.167 siswa kelas 12 SMA, SMK, dan MA di Indonesia pada 2025 harus menghadapi persaingan ketat memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) impian. Persaingan tersebut tidak hanya datang dari lulusan tahun berjalan, karena dalam seleksi SNBT 2026, lulusan 2025 dan 2024 masih memiliki kesempatan mengikuti ujian kembali. Kelompok inilah yang dikenal sebagai siswa gap year, yaitu mereka yang memutuskan menunda kuliah untuk mempersiapkan diri lebih matang.
Sebagian siswa gap year memilih fokus belajar kembali agar peluang masuk PTN impian semakin besar, sementara yang lain tetap berkuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sambil mempersiapkan diri mengikuti seleksi PTN pada tahun berikutnya. Tidak sedikit pula siswa yang sebenarnya sudah diterima di suatu jurusan namun memutuskan untuk tidak mengambilnya demi mengejar pilihan yang lebih sesuai. Risiko salah jurusan sebenarnya dapat diminimalkan melalui perencanaan matang sejak awal, termasuk memanfaatkan layanan konsultasi jurusan dan konsultasi pemilihan PTN dari lembaga pendidikan terpercaya.
Di tengah tekanan sosial yang sering muncul, banyak orang masih memandang gap year sebagai keputusan negatif, padahal periode ini dapat dimanfaatkan secara produktif. Dengan strategi belajar yang tepat, siswa gap year justru memiliki keunggulan berupa waktu lebih banyak untuk mempersiapkan ujian dan memperkuat pemahaman materi. Langkah ini menjadi kunci untuk meraih kursi di PTN favorit tanpa harus menyesal di kemudian hari.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/stsrhp9ta.html
Artikel Terkait
Jalan Amolame, dari Lumpur Menuju Harapan Warga
BeritaBunyi mesin pembangunan jalan di Desa Amolame, Konawe Utara, menjadi melodi harapan bagi warga setempat yang sudah lama menanti perbaikan akses transportasi. Perlahan, jalur setapak yang dulunya hanya berupa tanah licin dan semak belukar kini bertransformasi menjadi jalan usaha tani yang layak dilalui kendaraan....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPsikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
BeritaKorban kekerasan seksual berisiko mengalami gangguan mental hingga menjadi pelaku di masa depan jika luka psikologis tidak ditangani dengan baik, ujar dr Johan dalam podcast Momspiration yang tayang langsung di YouTube Tribunnews dan Tribun Health pada Senin (11/5/2026). Masyarakat sering kali hanya fokus pada proses hukum, padahal pemulihan psikologis korban sama pentingnya, jelas dr Johan....
【Berita】
Baca SelengkapnyaLansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Beritadr Agus mengungkapkan kebiasaan kurang gerak pada lansia justru bisa memicu masalah serius seperti kekakuan otot dan sendi. Hal ini disampaikannya dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health pada Senin (18/5/2026)....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Sevilla vs Real Madrid: Laga Penentu Degradasi Los Nervionenses
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- Menlu RI Serukan Reformasi Sistem Global di Forum BRICS
- Netanyahu Kecam Ben Gvir soal Penyiksaan Aktivis Sumud Flotilla
- Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
- RI Kecam Mandulnya Dewan Keamanan PBB
- 1,5 Juta Jemaah Tunaikan Haji di Tengah Perang
- Tentara Israel Tangkap Jurnalis Republika di Kapal Misi Kemanusiaan
- AS dan Israel Siap Hujani Iran dengan Serangan Mematikan
- Kaisar Jepang dan Permaisuri Masako Kunjungi Orangutan Indonesia
- Aktivis Sumud Flotilla Berpelukan Usai Diculik Kapal Israel
- Operasi Sindoor Ubah Dinamika Konflik India-Pakistan