Lokasi: Pendidikan >>
4 Jalur Mandiri UPN Veteran Jatim 2026 dan Jadwalnya
Pendidikan5617 Dilihat
RingkasanUPN "Veteran" Jawa Timur membuka tiga jalur seleksi mandiri untuk calon mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, yakni Jalur Mandiri Reguler, Seleksi Mandiri Rapor (SM-Rapor), dan Seleksi Mandiri Berbasis Computer Based Test (SM-CBT). Jalur Mandiri Reguler diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026 dengan kewajiban membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI)....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UPN-Veteran-Jawa-Timur-atau-UPN-Veteran-Jatim.jpg)
UPN "Veteran" Jawa Timur membuka tiga jalur seleksi mandiri untuk calon mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, yakni Jalur Mandiri Reguler, Seleksi Mandiri Rapor (SM-Rapor), dan Seleksi Mandiri Berbasis Computer Based Test (SM-CBT). Jalur Mandiri Reguler diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026 dengan kewajiban membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
Seleksi Mandiri Rapor (SM-Rapor) ditujukan bagi siswa SMA/MA/SMK yang memiliki prestasi akademik berdasarkan nilai rapor dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh UPN "Veteran" Jatim. Sementara itu, Seleksi Mandiri Berbasis Computer Based Test (SM-CBT) diperuntukkan bagi siswa SMA/MA/SMK sejenis yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh UPN "Veteran" Jawa Timur berdasarkan hasil tes komputer.
Ketiga jalur seleksi ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk memilih metode penerimaan yang sesuai dengan kemampuan dan latar belakang akademik mereka. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan jadwal pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi UPN "Veteran" Jawa Timur.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/qdf0bmlcf.html
Artikel Terkait
Ruben Onsu Kena Tipu Rp5,5 Miliar, Pelaku Kenal Raffi Ahmad
PendidikanRuben Onsu mengalami kerugian hingga Rp5,5 miliar setelah membantu mengembangkan usaha UMKM penjual mukena. Niat awal ayah Betrand Peto Putra Onsu itu hanya ingin mendukung pelaku usaha kecil, namun uang yang dibayarkan melalui perantara justru hilang....
Baca Selengkapnya6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
PendidikanStudi terbaru dalam jurnal Science yang meneliti data dari 6. 500 orang berbagai usia mengungkap kabar baik khusus untuk perempuan....
Baca SelengkapnyaWabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
PendidikanWHO baru saja menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global akibat merebaknya wabah Ebola di Kongo dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan lebih dari 300 kasus suspek bergejala berat telah terdeteksi dengan angka kematian mencapai 88 korban jiwa....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Shindy Fioerla Cerai dari Rendy Samuel, Akhiri Hubungan Toxic
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Artikel Terbaru
Dubes Spanyol Temui Wali Kota Semarang Bahas Kerja Sama
Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Tautan Sahabat
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Wamenkes Bantah Hoaks, Tegaskan Imunisasi Tidak Haram
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- IDAI: Suplemen Bukan Tameng Utama Anak Hadapi El Nino
- Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa