Lokasi: Kesehatan >>
Unesa Buka Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka 2026
Kesehatan9 Dilihat
RingkasanPendaftaran Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tahun 2026 resmi dibuka untuk siswa yang pernah menjadi pengurus dan/atau dewan ambalan semasa duduk di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi Unesa dengan biaya pendaftaran sebesar Rp300 ribu untuk pilihan satu program studi dan Rp400 ribu untuk pilihan dua program studi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-surabaya-unesa-x.jpg)
Pendaftaran Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tahun 2026 resmi dibuka untuk siswa yang pernah menjadi pengurus dan/atau dewan ambalan semasa duduk di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi Unesa dengan biaya pendaftaran sebesar Rp300 ribu untuk pilihan satu program studi dan Rp400 ribu untuk pilihan dua program studi. Khusus program studi S1 Kedokteran, biaya pendaftarannya sebesar Rp750 ribu.
Jalur seleksi ini memberikan kesempatan khusus bagi siswa berprestasi di bidang organisasi, terutama yang aktif dalam kegiatan OSIS dan Pramuka selama masa sekolah. Calon pendaftar harus memenuhi persyaratan administratif yang telah ditetapkan oleh panitia penerimaan mahasiswa baru Unesa. Tata cara pendaftaran, jadwal seleksi, serta dokumen yang diperlukan dapat diakses secara lengkap melalui portal resmi universitas.
Informasi lebih lanjut mengenai syarat, tata cara pendaftaran, dan jadwal seleksi Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Unesa 2026 dapat diperoleh melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru. Calon mahasiswa diimbau untuk mempersiapkan seluruh dokumen dan mematuhi batas waktu pendaftaran yang telah ditentukan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/jjqmel0fg.html
Artikel Terkait
Emas Antam Stagnan di Rp2.839.000 per Gram Hari Ini
KesehatanHarga emas Antam tidak mengalami perubahan dan masih bertahan di level Rp2. 839....
Baca SelengkapnyaFood Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
KesehatanOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan....
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
KesehatanTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Niat Puasa 10 Hari Sebelum Idul Adha Lengkap
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Kuasa Hukum Erin Yakin Hadapi Kasus ART dan CCTV
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
Artikel Terbaru
Trading Smartphone Jadi Tren Baru di Asia Tenggara
Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
Eva Manurung Tak Benarkan Virgoun Hamili Lindi Sebelum Nikah
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Tautan Sahabat
- Polisi Gerebek 28 Lokasi di Depok, Ringkus 41 Pengedar
- Polisi Amankan 3 Pemuda Curi Kabel di Pademangan
- Dokter RS Semanggi Dilaporkan Diduga Malpraktik Ring Jantung
- Laga Persija vs Persib, TNI-Polri Patroli 13 Titik Nobar
- Pelaku Jambret WN Polandia di Menteng Ditangkap, Damai
- Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun, 22 Karyawan Tewas
- Kadin Jaktim Anta Ginting Dorong Pengusaha Lokal Jadi Pilar Ekonomi
- Rano Karno Ingin JIS Seperti San Siro Milan
- Polda Metro Tangkap 8 Begal, 5 Pelaku Masih Diburu
- Helita Digital: Kesiapan OPD Kunci Respons Aduan Masyarakat