Lokasi: Berita >>
SPMB Bandung 2026: Jadwal, Syarat, dan Ketentuan Lengkap
Berita136 Dilihat
RingkasanPendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmi SPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-KOTA-BANDUNG-34534534.jpg)
Pendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmiSPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan.
Orang tua dan calon peserta didik diimbau memperhatikan tahapan pendataan, pendaftaran, seleksi, hingga daftar ulang agar tidak melewatkan jadwal yang telah ditentukan. Mengutip laman resmi SPMB Kota Bandung 2026, berikut informasi selengkapnya mengenai alur dan jadwal penerimaan.
Setiap jalur penerimaan memiliki ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh peserta didik. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan memastikan proses ini berjalan transparan dan akuntabel demi pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/cx1166rt9.html
Artikel Terkait
WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
BeritaWHO mengonfirmasi wabah virus Hanta melanda sebuah kapal pesiar yang berlayar melintasi Atlantik Selatan, menyebabkan situasi kesehatan langka dan mengkhawatirkan dengan sejumlah korban jiwa akibat kondisi pasien yang memburuk dengan cepat. Laporan dari The Times of India pada Selasa (12/5/2026) menyebut wabah bermula dari beberapa penumpang yang mengalami demam dan gangguan pernapasan selama pelayaran, namun kemudian berubah fatal ketika sebagian pasien mengalami penurunan kondisi drastis hingga meninggal dunia....
【Berita】
Baca SelengkapnyaStudi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
BeritaPenelitian pada Maret–Mei 2026 dengan metode mixed-method melibatkan 448 responden dari kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Ketua peneliti sekaligus Pendiri HCC, Dr....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
BeritaPemerintah menyiagakan puluhan rumah sakit rujukan dan memperketat pengawasan di pintu masuk negara untuk mendeteksi dini masuknya varian virus berbahaya. Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengungkapkan pemerintah telah membangun sistem deteksi yang tersebar di berbagai wilayah strategis sebagai bagian dari sistem ketahanan kesehatan nasional yang dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jamal Sellami Bawa Yordania ke Piala Dunia
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- Lewandowski Rival Ronaldo, Al Hilal Siapkan Gaji Rp1,8 Triliun
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
Artikel Terbaru
‘Cinta & Rahasia’ Tayang, Drama Emosional Penuh Intrik
Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
Kenaikan Komisi Marketplace Disorot DPR Bebani UMKM
WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Tautan Sahabat
- Prakiraan Cuaca Banyumas, 15 Mei 2026: Hujan Merata
- Polda Jateng Benarkan Pelaku Komentar Rasis Anak Perwira
- Remaja Bogor Tewas Digigit Mainan Ular Berbisa, Viral
- Arjuna Sapi Kurban Prabowo Mandi Air Hangat Garam
- Opera Batak Tona Sian Huta Tembus Panggung Nasional
- Pendaftaran Calon Ketum PAN Dibuka Jelang Kongres Banten
- Tejo Akui Dibohongi Kiai Cabul Ashari, Sesali Pertolongannya
- Jahitan Tas Vita Angkat Martabat Perempuan Disabilitas Sukoharjo
- Anak Perwira Polisi Pembuat Lomba Rasis Rp100 Ribu
- Oknum Pengasuh Ponpes Ponorogo Cabuli 11 Santri, Viral