Lokasi: Pendidikan >>
Unair Buka Jalur Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan 2026
Pendidikan1573 Dilihat
RingkasanPendaftaran dibuka mulai 18 Mei 2026 pukul 10. 00 WIB hingga 21 Juni 2026 pukul 17....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kampus-UNAIR.jpg)
Pendaftaran dibuka mulai 18 Mei 2026 pukul 10.00 WIB hingga 21 Juni 2026 pukul 17.00 WIB secara daring melalui laman resmi. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online dengan materi tes terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA) dan Persyaratan Khusus Mandiri Kemitraan.
Peserta hanya diperbolehkan memilih salah satu jalur pendaftaran dengan catatan penting. Persyaratan umum bagi seluruh pendaftar berlaku untuk semua strata penerimaan dalam negeri. Sebelum mengisi formulir pendaftaran online, setiap calon peserta diwajibkan memiliki akun pendaftaran yang akan digunakan sebagai login ke dalam Sistem Pendaftaran Online.
Akun pendaftaran berfungsi sebagai akses utama untuk masuk dan menyelesaikan proses pendaftaran. Calon peserta harus memastikan data yang diisi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga penyelenggara. Pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui jalur yang telah dipilih tanpa adanya perubahan setelah proses pengisian dimulai.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/bv7kzx3kl.html
Artikel Terkait
Menkomdigi Wajibkan Nomor Telepon untuk Registrasi Medsos
PendidikanMenteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan rencana pemerintah untuk mewajibkan pencantuman nomor telepon dalam re-registrasi pengguna media sosial guna memperjelas identitas. "Ini juga hal yang mungkin belum kita laporkan terkait rencana re-registrasi terhadap pengguna media sosial dengan memberikan akuntabilitas," kata Meutya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Jakarta, Senin (18/5/2026)....
Baca SelengkapnyaAturan Baru Cina Cegah Perusahaan Barat Lepas Ketergantungan
PendidikanCina memblokir akuisisi senilai USD2 miliar (Rp34 triliun) dari Meta atas perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) Manus bulan lalu, mengirimkan sinyal tegas bahwa intervensi pemerintah Cina tetap berlaku meskipun kesepakatan disusun di luar perbatasan negara tersebut. Kantor pusat Manus di Singapura berakar kuat di Cina, sehingga Beijing memandang perusahaan itu sebagai aset strategis dalam persaingan AI global dan memblokir kesepakatan dengan alasan keamanan nasional....
Baca SelengkapnyaPengadilan Houthi Yaman Hukum Mati 19 Terkait Koalisi Saudi
PendidikanEmpat orang lainnya dijatuhi hukuman penjara antara dua hingga 10 tahun, kata kementerian dalam sebuah pernyataan. Kementerian menyebut para terdakwa terbukti membentuk kelompok bersenjata yang memberikan dukungan kepada koalisi pimpinan Arab Saudi antara 2015 hingga 2023....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Baterai Maju Tapi Konsumsi Daya Masih Boros
- Siklus 9 Tahun Trump-Xi: Mesra KTT, Perang Tarif Kemudian
- Kuba Borong 300 Drone dari Rusia dan Iran
- Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
- Arne Slot Pastikan Tetap Latih Liverpool Musim Depan
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental di Ukraina
Artikel Terbaru
Eksperimen AI Kafe di Swedia Berakhir Kacau
Tersangka Penembakan Trump Mengaku Tidak Bersalah
Pakistan Jadi Payung Nuklir Saudi, Ribuan Pasukan Dikerahkan
Polisi Jepang Tangkap Dua Penyusup Kandang Monyet Viral
Veda Pratama Finis P4 di Moto3 Prancis 2026
Wabah Hantavirus MV Hondius: 22 Awak Karantina di Inggris
Tautan Sahabat
- Libur Panjang, 32 Ribu Pengunjung Padati Ragunan
- Pemuda Bonceng Tiga Tabrak Tiang Demi Kabur dari Kejar Massa
- Sapi Kurban Prabowo di Tangsel Bobot 1 Ton Rp120 Juta
- BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Jabodetabek Berawan
- Kali Rawalumbu Bekasi Berubah Biru, DLH Lakukan Penyelidikan
- Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri Naik Pangkat Komjen
- Toyota Avanza Terbakar di Tol Jagorawi Diduga Korsleting
- Ahmad Bahar Murka Anak Disandera GRIB Jaya
- Terra Drone Bantah Abaikan Keselamatan Kerja Karyawan
- Polisi Pindahkan 321 WNA Kasus Judol ke Imigrasi