Lokasi: Kuliner >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kuliner7 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/3uz2nbr0d.html
Artikel Terkait
Republika Tolak Kriminalisasi Dua Jurnalis Ditahan Israel
KulinerDua jurnalis nasional Harian Andi mengecam keras insiden bersenjata yang melibatkan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional pada Senin (18/5/2026). Andi Muhyiddin dalam pernyataan resminya di Jakarta menegaskan bahwa operasi militer di siang bolong tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional serta prinsip kebebasan sipil warga dunia....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaHantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
KulinerHantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan dua sindrom utama pada manusia. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Rio Yansen Cikutra, menjelaskan penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tikus atau sarangnya, menyentuh permukaan terkontaminasi lalu menyentuh hidung, mata, atau mulut, hingga gigitan tikus....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
KulinerStudi terbaru dalam jurnal Science yang meneliti data dari 6. 500 orang berbagai usia mengungkapkan kabar baik khusus untuk perempuan....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jepang Sorot Manipulasi AI Global dengan Situs Berita Palsu
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- MLSC Surabaya Seri 2 Tuntas, Lahirkan Dua Juara Baru
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Artikel Terbaru
Pesta Juara Al Nassr Tertunda, Ronaldo Hengkang
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
Leo Daniel Akui Masih Kagok di Thailand Open 2026
WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Tautan Sahabat
- Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri Naik Pangkat Komjen
- Polisi Selidiki Pencuri Motor Bersenpi di Duren Sawit
- Polda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
- Polisi Tangkap Penghalang Ambulans di Depok
- Prakiraan Cuaca Depok: Hujan Ringan Siang-Sore
- Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun, 22 Karyawan Tewas
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Jalani Operasi Wajah
- 3 Jambret WNA di Bundaran HI Ternyata 120 Kali Beraksi
- 480 Polisi Amankan HUT GRIB Jaya Ke-15 di GBK
- Polda Metro Tangkap Empat WNA dan Satu WNI Pengedar Narkotika