Lokasi: Bisnis >>

Republika Tolak Kriminalisasi Dua Jurnalis Ditahan Israel

Bisnis3167 Dilihat

RingkasanDua jurnalis nasional Harian Andi mengecam keras insiden bersenjata yang melibatkan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional pada Senin (18/5/2026). Andi Muhyiddin dalam pernyataan resminya di Jakarta menegaskan bahwa operasi militer di siang bolong tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional serta prinsip kebebasan sipil warga dunia....

Republika Tolak Kriminalisasi Dua Jurnalis Ditahan Israel

Dua jurnalis nasional Harian Andi mengecam keras insiden bersenjata yang melibatkan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional pada Senin (18/5/2026). Andi Muhyiddin dalam pernyataan resminya di Jakarta menegaskan bahwa operasi militer di siang bolong tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional serta prinsip kebebasan sipil warga dunia. Pihak redaksi menilai tindakan angkatan laut asing di wilayah laut lepas tersebut telah mencederai hukum internasional, terutama aturan perlindungan bagi pekerja pers yang sedang menjalankan tugas peliputan di wilayah konflik.

"Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," tegas Andi Muhyiddin. Menurut Andi, seluruh delegasi sipil yang berada di dalam armada kapal tersebut murni menjalankan misi solidaritas global untuk membantu warga di Jalur Gaza yang tengah menghadapi blokade total. "Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," tambahnya.

Berdasarkan data manifes penumpang, terdapat sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) di dalam rombongan tersebut, di mana dua di antaranya merupakan jurnalis Republika, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai. "Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," ujar Andi. Andi Muhyiddin menambahkan, institusi pers nasional akan terus mengawal jalur diplomasi darurat agar tidak terjadi tindakan kriminalisasi lebih lanjut di perairan internasional. "Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," pungkasnya.

Tags:

Artikel Terkait