Lokasi: Berita >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Berita6 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/0nny28bpc.html
Artikel Terkait
KORMI Luncurkan Gerakan Nasional Indonesia Aktif 2026
BeritaKORMI meluncurkan Gerakan Indonesia Aktif sebagai program payung utama untuk menyentuh langsung masyarakat hingga level terbawah. Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Adil Hakim, menyatakan bahwa program ini bertujuan menggerakkan Indonesia agar aktif melalui kegiatan olahraga yang terstruktur....
【Berita】
Baca SelengkapnyaMoya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
BeritaMoya-moya, penyakit langka yang namanya unik dan berasal dari bahasa Jepang yang berarti "kepulan asap", bisa memicu stroke pada orang muda yang tampak sehat tanpa faktor risiko. dr....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
BeritaDante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- David Franico Pimpin PERBASASI DKI, Target PON XXII
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- PSIM Yogyakarta Bungkam Madura United 2-1, Persis Solo Senang
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Artikel Terbaru
Bruno Fernandes Kejar Rekor Assist Henry dan De Bruyne
DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
Apple Hadirkan Iklan di Apple Maps, Privasi Tetap Terjaga
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
Tautan Sahabat
- Orang Tua Paksa Target Prestasi, Les Seni Bikin Anak Stres
- Aldi Taher Minta Maaf ke Dewi Perssik soal Klaim Anak
- Dewi Perssik Tak Mau Damai dengan Pelaku Pencatutan Nama
- Ammar Zoni Curhat Tak Sanggup Dipindah ke Nusakambangan
- Jennifer Coppen Cemburu Lihat Kamari dan Kekasih Justin Hubner
- Frislly Herlind Kesurupan di Danau Terkutuk Salmokji Korea
- Kuasa Hukum Bantah Sarwendah Ritual Pesugihan di Gunung Kawi
- LPSK Setuju Laporan Erin Eks Andre Taulany ke ART Tak Diproses
- Aldi Taher Minta Maaf Pada Dewi Perssik Usai Singgung Anak
- Ibunda Virgoun Tanggapi Kehamilan Lindi Fitriyana