Lokasi: Teknologi >>
Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 115 Kurikulum Merdeka
Teknologi29221 Dilihat
RingkasanGerak berirama memiliki beberapa macam gerakan langkah kaki seperti langkah biasa, langkah rapat, langkah silang, dan langkah samping. Sementara itu, gerakan mengayunkan lengan dalam senam irama meliputi ayunan satu lengan depan belakang, ayunan satu lengan ke depan dan ke samping, serta ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SISWA-SD-BELAJAR-14.jpg)
Gerak berirama memiliki beberapa macam gerakan langkah kaki seperti langkah biasa,langkah rapat, langkah silang, dan langkah samping. Sementara itu, gerakan mengayunkan lengan dalam senam irama meliputi ayunan satu lengan depan belakang, ayunan satu lengan ke depan dan ke samping, serta ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan.
Cara melakukan gerakan langkah biasa dalam gerak berirama dimulai dengan sikap berdiri tegak, kedua tangan di pinggang. Langkahkan kaki kiri ke depan dengan lutut mengeper, kemudian diikuti kaki kanan dengan gerakan yang sama. Lakukan secara bergantian dan berirama sesuai dengan hitungan atau irama musik.
Gerakan langkah rapat dilakukan dengan berdiri tegak dan kedua tangan di pinggang. Langkahkan kaki kiri ke depan, lalu tarik kaki kanan merapat ke kaki kiri. Gerakan ini diulang secara bergantian dengan irama yang tetap. Untuk mengayunkan satu lengan ke depan, berdiri tegak dengan kedua lengan lurus ke samping, lalu ayunkan satu lengan ke depan hingga setinggi bahu, kemudian kembali ke posisi semula dengan irama yang teratur.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/z5jhbfled.html
Artikel Terkait
Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
TeknologiPenelitian pada Maret–Mei 2026 dengan metode mixed-method melibatkan 448 responden dari kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Ketua peneliti sekaligus Pendiri HCC, Dr....
Baca SelengkapnyaLansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Teknologidr Agus mengungkapkan kebiasaan kurang gerak pada lansia justru bisa memicu masalah serius seperti kekakuan otot dan sendi. Hal ini disampaikannya dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health pada Senin (18/5/2026)....
Baca SelengkapnyaLemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Teknologidr Agus mengungkapkan bahwa lansia sering tidak menunjukkan gejala khas saat mengalami hipoglikemia, berbeda dengan orang muda yang biasanya merasakan pusing atau keringat dingin. Kondisi diam ini justru berbahaya karena keluarga kerap terlambat menyadari penurunan drastis gula darah pada lansia....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Artikel Terbaru
Peralta Bawa Borneo FC Kalahkan Bali United 3-2
Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
Dede Sunandar Akui Perselingkuhan: Saya Tak Membantah
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Tautan Sahabat
- Transfer Minyak Rahasia Dekat Malaysia Diduga Jalur Iran-China
- Penyiar Jepang Soroti Diplomasi Takaichi ke Indonesia
- Trump: Iran Tak Bisa Ambil Uranium dari Reruntuhan Nuklir
- Trump Murka Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Peringatkan Konsekuensi
- Trump Minta Bantuan Xi Jinping Tekan Iran.
- PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
- Negara Teluk Lirik Turki, Pertahanan Tak Andalkan AS
- Krisis Iran, Ancaman Invasi AS ke Kuba Meningkat
- Senat AS Tolak Rencana Trump Remodel Ballroom Putih
- BMW dan Toyota Uji Masa Depan Hidrogen di Jerman-Jepang