Lokasi: Travel >>

Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal

Travel6562 Dilihat

RingkasanKementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluncurkan program edukasi nutrisi bersama Lippo Mall, Universitas Pelita Harapan (UPH), dan PT Siloam International Hospitals Tbk untuk menekan angka penyakit tidak menular (PTM) yang terus meningkat di Indonesia. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kandungan nutrisi dalam minuman yang dikonsumsi setiap hari....

Kemenkes Awasi Minuman Manis,<strong></strong> Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluncurkan program edukasi nutrisi bersama Lippo Mall, Universitas Pelita Harapan (UPH), dan PT Siloam International Hospitals Tbk untuk menekan angka penyakit tidak menular (PTM) yang terus meningkat di Indonesia. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kandungan nutrisi dalam minuman yang dikonsumsi setiap hari. "Tugas utama kita adalah menaikkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 menjadi 76 tahun, serta memastikan masa hidup sehat atau healthy life expectancy naik dari usia 60 ke 65 tahun," ungkapnya dikutip dari website resmi Kemenkes, Rabu (13/5/2026).

Program ini menjadi gerakan nasional untuk menyelamatkan nyawa dengan memberikan informasi nutrisi transparan kepada setiap keluarga. Kemenkes menyoroti tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, hipertensi, hingga gagal ginjal yang kini menjadi ancaman kesehatan utama. Data The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2023 mencatat stroke sebagai penyebab kematian tertinggi dengan 337.277 jiwa, disusul penyakit jantung sebanyak 264.668 jiwa, penyakit ginjal 56.118 jiwa, dan hipertensi 51.623 jiwa.

Prevalensi penyakit ginjal di Indonesia juga disebut sangat tinggi, mencapai lebih dari 35,2 juta kasus. Budi Gunadi Sadikin menegaskan program ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan upaya konkret untuk memperpanjang usia harapan hidup sehat masyarakat Indonesia dari 60 menjadi 65 tahun.

Tags:

Artikel Terkait