Lokasi: Kesehatan >>

Kemenperin dan LPEI Dorong Ekspor Rendang Payakumbuh

Kesehatan5845 Dilihat

RingkasanKementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu menembus pasar global melalui kolaborasi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dalam pengembangan sentra IKM berbasis potensi daerah lewat program One Village One Product (OVOP). Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pendekatan OVOP difokuskan untuk mengangkat produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional....

Kemenperin dan LPEI Dorong Ekspor Rendang Payakumbuh

Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu menembus pasar global melalui kolaborasi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dalam pengembangan sentra IKM berbasis potensi daerah lewat program One Village One Product (OVOP). Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pendekatan OVOP difokuskan untuk mengangkat produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. "Pendekatan OVOP diarahkan untuk mengangkat potensi unggulan daerah agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, diterima pasar nasional maupun global, sekaligus memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah," tutur Agus dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Program OVOP telah dijalankan Kemenperin sejak 2013 melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA), dan penghargaan OVOP sudah digelar lima kali yakni pada 2013, 2015, 2018, 2022 dan 2024. Pemilihan Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh didasarkan pada kesiapan sumber daya manusia, kualitas produk, kelembagaan sentra, serta potensi pengembangan pasar ekspor yang sangat menjanjikan. Sentra tersebut juga mendapat dukungan Dana Alokasi Khusus untuk revitalisasi fasilitas produksi guna memperkuat posisi rendang sebagai produk unggulan ekspor, sementara Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menyebut pendampingan mencakup implementasi teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.

Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menyatakan berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 3174 Tahun 2024, terdapat 113 IKM OVOP di Indonesia dari berbagai sektor mulai makanan dan minuman hingga kerajinan. Sumatera Barat tercatat memiliki 22 IKM OVOP, terbanyak kedua setelah DI Yogyakarta. "Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, konsistensi mutu, higienitas produk, kapasitas produksi, serta kesiapan IKM rendang dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun standar pasar ekspor global," ungkap Reni.

Tags:

Artikel Terkait