Lokasi: Teknologi >>
Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
Teknologi36 Dilihat
RingkasanHantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan dua sindrom utama pada manusia. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Rio Yansen Cikutra, menjelaskan penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tikus atau sarangnya, menyentuh permukaan terkontaminasi lalu menyentuh hidung, mata, atau mulut, hingga gigitan tikus....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Foto-ilustrasi-hantavirus-yang-dibuat-dengan-AI.jpg)
Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan dua sindrom utama pada manusia. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Rio Yansen Cikutra, menjelaskan penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tikus atau sarangnya, menyentuh permukaan terkontaminasi lalu menyentuh hidung, mata, atau mulut, hingga gigitan tikus. Meski sangat jarang, pada jenis tertentu seperti Andes, penularan antarmanusia juga mungkin terjadi.
"Pada tahap awal, penderita umumnya mengalami demam, sakit kepala hebat, nyeri otot terutama di punggung dan paha, serta kelelahan ekstrem," jelas dr Rio. Pada fase lanjutan, kondisi dapat memburuk dengan cepat, termasuk gangguan pernapasan berat seperti batuk dan sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru, penurunan tekanan darah drastis (syok), gangguan ginjal, hingga perubahan warna kulit. Faktor risiko paparan hantavirus meliputi area dengan populasi tikus tinggi, gudang, bangunan tua, ruang tertutup yang lama tidak digunakan, lingkungan pertanian, dan aktivitas luar ruang seperti berkemah di hutan, serta sanitasi buruk dan pengelolaan sampah tidak baik.
Untuk pencegahan, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, dan menggunakan metode pembersihan basah agar debu tidak terhirup. "Jika mengalami demam tinggi disertai nyeri otot hebat setelah berada di lingkungan berisiko atau memiliki riwayat kontak dengan hewan pengerat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi berat," tegas dr Rio. Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Margareth Aryani Santoso, menekankan pentingnya respons cepat terhadap penyakit infeksi langka seperti hantavirus, dengan meningkatkan kewaspadaan dan segera mencari pertolongan medis jika gejala mencurigakan muncul.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/19a799973.html
Artikel Terkait
Danantara Pertimbangkan Tambah Saham di GoTo
TeknologiBP Danantara atau Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan telah masuk dalam rencana investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Pernyataan itu disampaikan Chief Investment Officer (CIO) BP Danantara Pandu Sjahrir di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Sudirman, Jakarta, pada Senin (11/5/2026)....
Baca SelengkapnyaZulhas Janjikan Skema SPPG Beli Ikan Nelayan
TeknologiMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjanjikan skema pembelian ikan hasil tangkapan nelayan saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lateng, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (14/5/2026). Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah menaruh perhatian besar terhadap kondisi nelayan dan memperkuat rantai usaha perikanan melalui berbagai fasilitas pendukung seperti pabrik es, cold storage, dermaga, dan bengkel....
Baca SelengkapnyaPetrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi
TeknologiPetrokimia Gresik memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi mencapai 219. 648 ton untuk menghadapi musim tanam April–September 2025....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Rupiah Ambrol, Dolar AS Tembus Rp17.750 di Money Changer
- Sampoerna Pimpin Pasar Tembakau di Tengah Tantangan 2025
- BI Yakin Rupiah Menguat Juli 2026, Yakinkan DPR
- KSPSI Minta Pemerintah Tekan Impor Demi Rupiah Stabil
- Menteri Bappenas Dorong PTPN I Percepat Program Pangan Prabowo
Artikel Terbaru
Persib Wajib Waspada, Persijap Siap Rusak Pesta Juara
Darmadi PDIP Dorong Revisi PMSE Demi Seller Lokal
Usia Pesawat Bukan Satu-satunya Penentu Keandalan Penerbangan
IHSG Anjlok 1,43%, Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar
Wakil Ketua DPR Ingatkan Homeless Media Patuhi Kode Etik
BI Didorong Naikkan Suku Bunga, Rupiah Melemah
Tautan Sahabat
- Gus Miftah: Judi Online, Bullying, Kekerasan Seksual Jangan Dianggap Sepele
- Hukum Kurban untuk Orang Meninggal, Apakah Sah?
- Menlu Singapura Puji Indonesia Sebagai Negara Adidaya Energi
- Menhut Raja Juli Soroti Multilateralisme Lawan Krisis Iklim
- Pendaftaran Bintara TNI AU Gelombang II 2026 Dibuka
- Pimpinan Komisi III Minta Komunitas Motor Tak Sekadar Touring
- Klaim JHT dan JKP Melonjak, PDIP Peringatkan Dana BPJS
- Hukum dan Niat Patungan Kurban Sapi Idul Adha
- Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H pada 27 Mei 2026
- Rafale dan Radar GM403 TNI AU Terparkir di Halim