Lokasi: Otomotif >>

Melestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan

Otomotif4865 Dilihat

RingkasanRirin dan Yuni telaten menyusun dan menggunting pola bahan pembuatan tas etnik di Workshop Mamnich, Jalan Merbabu Raya, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Pekerjaan ini bukan hal baru bagi keduanya karena bertahun-tahun pengalaman telah menempa Ririn dan Yuni menjadi perajin terampil yang mengolah kain menjadi produk fesyen sarat nilai budaya tradisional dan kearifan lokal....

Melestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan

Ririn dan Yuni telaten menyusun dan menggunting pola bahan pembuatan tas etnik di Workshop Mamnich,Jalan Merbabu Raya, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Pekerjaan ini bukan hal baru bagi keduanya karena bertahun-tahun pengalaman telah menempa Ririn dan Yuni menjadi perajin terampil yang mengolah kain menjadi produk fesyen sarat nilai budaya tradisional dan kearifan lokal.

Ririn mengenang kembali titik balik hidupnya pada 2019 saat ia terpaksa meninggalkan pekerjaannya sebagai penyablon di sebuah pabrik plastik karena tempatnya bekerja gulung tikar setelah sang pemilik meninggal. Berstatus sebagai orang tua tunggal, Ririn tak punya banyak pilihan dan harus segera bangkit mencari penghidupan baru demi keluarganya. Di tengah situasi sulit itu, datang uluran tangan dari pasangan suami istri pemilik Mamnich, Adi Budiarto dan Fransiska. “Sudah ikut bekerja dengan Pak Adi sekitar tujuh tahun. Saya karyawan pertama beliau. Saya bersyukur punya bos yang bijak, jadi saluran berkat untuk orang lain,” ujar Ririn.

Kisah serupa juga dialami Yuni yang di usianya tak lagi muda masih senang diberi kesempatan bekerja karena umur kepala lima sering menjadi penghalang diterima di dunia kerja formal. “Awalnya saya cuma ibu rumah tangga. Alhamdulillah usia segini masih bisa berkarya,” ungkap Yuni. Sementara itu, Adi Budiarto mengisahkan perjalanan membangun usaha bersama sang istri didorong harapan meraih kehidupan lebih baik setelah keduanya sempat bekerja di Jepang, Adi sebagai teknisi listrik dan Fransiska sebagai perawat. Pada 2015, mereka memutuskan kembali ke Indonesia dan merintis usaha warung internet (warnet), namun sayangnya usaha tersebut harus gulung tikar.

Tags:

Artikel Terkait

  • Rieke Diah Pitaloka Kritik Perlindungan Korban Kasus ART

    Otomotif

    Rieke Diah Pitaloka angkat bicara terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Nia Damanik terhadap mantan asisten rumah tangganya (ART), Herawati, yang kini ditangani Polres Metro Jakarta Selatan. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @riekediahp, anggota DPR RI sekaligus aktris senior pemeran Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri itu menyampaikan pandangannya tentang perlindungan terhadap pekerja rumah tangga (PRT)....

    Otomotif

    Baca Selengkapnya
  • Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI

    Otomotif

    50 Chief Technology Officer (CTO) lintas sektor BUMN menghadiri forum strategis untuk memperkuat kolaborasi serta akselerasi transformasi digital nasional. Telkom melalui Telkom Solution menghadirkan ekosistem solusi digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan transformasi digital BUMN secara andal....

    Otomotif

    Baca Selengkapnya
  • Lesu Akibat Industri Nikel Melambat, Ekonomi Warga Tertekan

    Otomotif

    Pendiri Poros Musyawarah Masyarakat Blok Lapaopao (PORMMAL), Ihwan Kadir, mengungkapkan keresahan masyarakat di kawasan lingkar tambang mulai terasa akibat perlambatan aktivitas industri smelter. "Pedagang kecil mulai mengeluh omzet turun, kontraktor lokal mulai kehilangan ritme kerja, sopir hauling mulai takut kendaraan mereka berhenti beroperasi, warung-warung mulai sepi, dan masyarakat mulai bertanya kalau industri melambat, kami harus makan apa?" ujar Ihwan pada Sabtu (16/5/2026)....

    Otomotif

    Baca Selengkapnya