Lokasi: Gaya Hidup >>

Pernyataan Prabowo soal Dolar Dinilai Menyesatkan dan Menggelikan

Gaya Hidup6157 Dilihat

RingkasanPegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus, mengecam pernyataan yang menyebut rakyat kecil tidak terpengaruh oleh fluktuasi kurs dolar AS. Tulus menegaskan pernyataan itu menggelikan dan menyesatkan karena ketergantungan Indonesia terhadap produk impor sangat tinggi....

Pernyataan Prabowo soal Dolar Dinilai Menyesatkan dan Menggelikan

Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI),Tulus, mengecam pernyataan yang menyebut rakyat kecil tidak terpengaruh oleh fluktuasi kurs dolar AS. Tulus menegaskan pernyataan itu menggelikan dan menyesatkan karena ketergantungan Indonesia terhadap produk impor sangat tinggi. Hal itu ia sampaikan pada Minggu (17/5/2026).

Tulus menjelaskan, saat ini Indonesia masih mengimpor 80 persen kebutuhan kedelai, 100 persen gandum, 100 persen bawang putih, 60 persen BBM, 80 persen gas elpiji, hingga 90 persen aspal untuk pembangunan jalan. "Kalau rupiah remuk versus dolar AS, rakyat kecil di kampung-kampung pun ikut mendelik karena impor untuk membelinya pakai devisa," ujar Tulus. Lonjakan dolar AS akan mendongkrak biaya impor yang ditanggung swasta maupun negara, termasuk subsidi energi dari APBN.

Dampak lanjutan dari pelemahan rupiah, kata Tulus, akan langsung dirasakan rakyat kecil. "Jika harga kedelai di pasar internasional naik, endingnya harga tempe akan naik pula," paparnya. Selain itu, kurs rupiah yang anjlok meningkatkan biaya produksi perusahaan, menggerus cash flow, dan berpotensi memicu PHK serta produk yang tidak terserap pasar.

Tags:

Artikel Terkait