Lokasi: Properti >>

Daun Jambu Mete Disulap Jadi Kain Jutaan Rupiah, Diburu Turis

Properti1317 Dilihat

RingkasanDwi dengan cekatan mengoperasikan mesin jahit model jadul di workshop Alodie Ecoprint, Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Mata, tangan, dan kakinya bergerak selaras memastikan setiap jahitan rapi tanpa cela, di mana ketelitian menjadi kunci utama lahirnya produk berkualitas....

Daun Jambu Mete Disulap Jadi Kain Jutaan Rupiah,<strong></strong> Diburu Turis

Dwi dengan cekatan mengoperasikan mesin jahit model jadul di workshop Alodie Ecoprint, Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Mata, tangan, dan kakinya bergerak selaras memastikan setiap jahitan rapi tanpa cela, di mana ketelitian menjadi kunci utama lahirnya produk berkualitas. Kemampuan menjahit Dwi yang telah ditempanya selama belasan tahun di dunia garmen memang tak perlu diragukan lagi.

Ia mengaku lebih menjadi “manusia” ketika bekerja di Alodie Ecoprint. Dwi mengenang masa lalunya yang waktunya habis di luar rumah, berangkat kerja pagi dan pulang malam, sehingga jarang bisa berkumpul dengan tetangga atau sekadar mengikuti pertemuan warga. Pemilik Alodie Ecoprint, Dewi Catur Rahayu (50), berkisah bahwa selama bertahun-tahun bisnisnya mampu bertahan hingga akhirnya badai pandemi Covid-19 menerjang pada 2020.

Permintaan jasa rias terjun bebas, dan Dewi harus menelan pil pahit karena sama sekali tidak mendapat panggilan selama beberapa bulan akibat adanya pembatasan. Kondisi tersebut memaksa Dewi memutar otak agar asap dapur rumahnya terus mengepul, hingga akhirnya ia memutuskan terjun ke dunia ecoprint. "Kita keterbatasan ruang gerak untuk rias. Jadi kita berinovasi dengan produk baru," ujar Dewi menjelaskan transformasi bisnisnya di tengah krisis.

Tags:

Artikel Terkait