Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Pendidikan78 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/vrerq033j.html
Artikel Terkait
Alyssa Daguise Kesakitan Melahirkan, Al Ghazali Bicara Trauma
PendidikanAlyssa Daguise melahirkan bayi perempuan pada Minggu (10/5/2026) di RS JWCC Asih Jakarta Selatan. Pasangan ini memberikan nama sang buah hati Soleil Zephora Ghazali....
Baca SelengkapnyaFluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
PendidikanPada pria, gangguan perkembangan saraf ini biasanya didiagnosis sejak masa kanak-kanak, tetapi pada wanita sering kali jauh lebih terlambat atau bahkan tidak terdiagnosis sama sekali. Salah satu alasannya adalah karena wanita lebih sering mengalami gejala kurang perhatian (inattentive), yang lebih sulit dikenali dibandingkan gejala hiperaktif....
Baca SelengkapnyaPemanfaatan AI pada MRI Bantu Dokter Petakan Penyakit Kompleks
PendidikanRumah sakit swasta dan pemerintah mulai meningkatkan investasi pada teknologi pencitraan medis Magnetic Resonance Imaging (MRI) berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini menghasilkan kualitas gambar lebih detail dan waktu pemeriksaan lebih efisien....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Patricia Telepon Keluarga dan Share Lokasi Sebelum Tewas Terjebak Api
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Pemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Reformasi Birokrasi
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Artikel Terbaru
Polisi Ekshumasi Jenazah Bocah Korban Ibu Tiri di Siak
El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
Tautan Sahabat
- Alvaro Arbeloa Dinilai Toksik untuk Real Madrid
- Profil Darren Bazeley, Pelatih Selandia Baru di Piala Dunia 2026
- Messi diragukan, Piala Dunia 2026 tak sempurna tanpa La Pulga
- Persija Pecahkan Rekor Poin, Pelatih Beri Komentar
- 3 Laga Spanyol Tanpa Yamal, Comeback di Fase Gugur
- Kejatuhan Fatal Liverpool sebagai Juara Bertahan Liga Inggris
- Portugal Panggil 28 Pemain Piala Dunia 2026, Jota Simbol Kekuatan
- Juventus Butuh Bantuan 3 Tim untuk Lolos Liga Champions
- Gol Akhir Julio Cesar Bawa Persib Kalahkan PSM
- Anggota DPR Bantah Garudayaksa FC Promosi karena Prabowo