Lokasi: Gaya Hidup >>
Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 155 Kurikulum Merdeka
Gaya Hidup8434 Dilihat
RingkasanSebuah soal latihan mengukur denyut nadi menguji kemampuan siswa dalam mengisi bagian yang hilang dengan kata yang tepat. Andika Suhendar merasa lemas setelah denyut nadinya terhitung 55 kali per menit....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SISWA-SD-BELAJAR-10.jpg)
Sebuah soal latihan mengukur denyut nadi menguji kemampuan siswa dalam mengisi bagian yang hilang dengan kata yang tepat. Andika Suhendar merasa lemas setelah denyut nadinya terhitung 55 kali per menit. Dari data tersebut, guru menyimpulkan kondisi kebugaran Andika sedang tidak baik dan menyarankannya untuk beristirahat. Dalam kondisi bugar, Andika dikenal sebagai anak periang yang suka bergaul dan aktif dalam aktivitas fisik seperti pelajaran olahraga.
Soal tersebut merupakan bagian dari latihan mengisi titik-titik dalam paragraf dengan isian kata yang sesuai dari kotak jawaban. Data denyut nadi Andika yang rendah menunjukkan kebugarannya sedang menurun, sehingga ia perlu pemulihan. Aktivitas fisik yang biasanya dilakukan Andika saat sehat mencakup interaksi sosial dan partisipasi dalam pelajaran olahraga.
Latihan ini mengajarkan siswa untuk menghubungkan data medis sederhana dengan kondisi kebugaran seseorang. Hasil pengukuran denyut nadi Andika menjadi indikator utama dalam menentukan saran istirahat dari guru. Pemahaman tentang denyut nadi normal dan faktor yang memengaruhinya penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/th9n5r3fb.html
Artikel Terkait
Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
Gaya HidupOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan....
Baca SelengkapnyaLemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Gaya Hidupdr Agus mengungkapkan bahwa lansia sering tidak menunjukkan gejala khas saat mengalami hipoglikemia, berbeda dengan orang muda yang biasanya merasakan pusing atau keringat dingin. Kondisi diam ini justru berbahaya karena keluarga kerap terlambat menyadari penurunan drastis gula darah pada lansia....
Baca SelengkapnyaWHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
Gaya HidupDickey Budiman, epidemiolog dan pakar Keamanan Kesehatan Global dari Griffith University Australia, meminta masyarakat tidak panik menanggapi situasi penyebaran Ebola di Afrika. Menurutnya, meskipun situasi sangat serius, dunia tidak sedang mengarah pada pandemi baru seperti Covid-19....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- 55 Pemain Awal Timnas Argentina Piala Dunia 2026: Messi Pimpin, Dybala Absen
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Artikel Terbaru
Susukan Menangi Desa BRILiaN BRI dengan Ekonomi Cetuk
WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Persija Kalahkan Persik 3-1, Witan Persembahkan untuk Jakmania
Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
Tautan Sahabat
- Jahitan Tas Vita Angkat Martabat Perempuan Disabilitas Sukoharjo
- Desa Kemudo Klaten Raih Penghargaan Ekonomi Hijau BRILiaN
- Polisi Tewas Tabrak Truk Parkir Rusak di Konawe
- Prakiraan Cuaca Surabaya, Kediri, Madiun, Blitar 18 Mei 2026
- AHY Puji Kepemimpinan Agung Nugroho di Demokrat Riau
- Kasus Hantavirus di Kalbar, Pasien Sakit Bawaan Meninggal
- Yohanes 3 Kali Peralat Anggota Ambil Paket Narkoba
- Pemuda Lampung Ngaku Dibegal, Jual Motor Hindari Cicilan
- Oknum Pengasuh Ponpes Ponorogo Cabuli 11 Santri, Viral
- Keluarga Sebut Badut Pembunuh Mertua Eksploitasi Anak