Lokasi: Pendidikan >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi BIB 2026 S2-S3
Pendidikan9598 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ruchman menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/sl5jdk243.html
Artikel Terkait
Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
PendidikanMikroplastik telah ditemukan hampir di setiap ekosistem, mulai dari dasar laut hingga tundra Antartika, dan partikel kecil ini tidak hanya menumpuk di otak tetapi juga mampu melewati sawar darah-otak atau blood-brain barrier. Konsentrasi mikroplastik pada sampel tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun 2016, yang merupakan sisa dari masifnya produksi plastik global....
Baca SelengkapnyaDPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
PendidikanFase pergerakan jemaah menuju Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan haji tahun ini, demikian disampaikan Singgih kepada wartawan, Minggu (17/5/2026). Singgih menilai potensi kepadatan jemaah dan cuaca ekstrem harus diantisipasi secara serius demi menjamin keselamatan jemaah, terutama bagi jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi....
Baca SelengkapnyaKemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
PendidikanPemerintah Indonesia memastikan kesiapan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi penyakit infeksi emerging, dengan menyatakan seluruh fasilitas mulai dari rumah sakit rujukan, ketersediaan alat PCR, alat pelindung diri (APD), hingga tempat tidur isolasi dan ICU dalam kondisi cukup. Saat ini terdapat 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia, dan dari jumlah tersebut, sebanyak 21 rumah sakit sentinel telah disiapkan di 20 provinsi....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jadwal TV Rabu 13 Mei 2026: Lapor Pak! dan Cipung
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Kolaborasi Band Rock dan Heri Santoso Bangkitkan Musik Daerah
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
Artikel Terbaru
Prakiraan Cuaca BMKG: Mimika dan Paniai Hujan Ringan
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Pemerintah Bergerak Bebaskan WNI Usai Kapal Disergap Israel
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Tautan Sahabat
- Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI
- OJK Imbau Investor Tenang Jelang Rebalancing MSCI Besok
- Telkom Catat TSR 35,7 Persen di 2025
- BKI Tekankan Standar Keselamatan Kapal Cepat Batam
- Prabowo Panggil Gubernur BI, CEO Danantara, Menkeu Bahas Rupiah
- RI Dorong Jadi Hub Storage Minyak ASEAN
- Susukan Menangi Desa BRILiaN BRI dengan Ekonomi Cetuk
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
- Koperasi Diajak Bangun Jejaring Bisnis Internasional
- Rupiah Bisa Tembus Rp 18.000, Pengamat Usul Hentikan MBG