Lokasi: Travel >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Travel677 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/li51exnyl.html
Artikel Terkait
Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
TravelAsosiasi Pengacara Saga kembali mengajukan permintaan investigasi independen kepada Kepolisian Prefektur Saga pada 30 April 2026 terkait dugaan manipulasi hasil tes DNA oleh mantan pegawai Laboratorium Forensik Saga. Permintaan ini merupakan pengajuan kedua setelah sebelumnya dilakukan pada Oktober 2025, dan dokumen serupa juga dikirimkan kepada Badan Kepolisian Nasional....
【Travel】
Baca SelengkapnyaFood Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
TravelOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan....
【Travel】
Baca SelengkapnyaCahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
TravelIndustri kacamata pemblokir cahaya biru berkembang pesat karena tubuh manusia secara alami diprogram untuk bangun saat cahaya siang yang kaya. Para ilmuwan di University of Oxford menjelaskan bahwa cahaya yang masuk ke mata membantu menyinkronkan jam biologis tubuh dengan siklus terang-gelap alami siang dan malam....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Chord Lagu Senyumlah Andmesh dari C untuk Masalah Hidup
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Kunci Gitar Pelarian Keisya Levronka Mudah Dimainkan
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Artikel Terbaru
Rian/Rahmat Kalah dari Unggulan Jepang di Malaysia Masters
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Tautan Sahabat
- Rupiah Tembus Rp17.600, IHSG Merosot 4,26 Persen
- Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh, Rakyat Makin Miskin
- RI-Singapura-Malaysia Hidupkan Lagi Kerja Sama SIJORI
- Danantara Pertimbangkan Tambah Saham di GoTo
- Prabowo Bentuk Badan Ekspor Nasional, Rupiah Kuat
- Prabowo Kunjungi Kopdes Merah Putih, Sanggah Saingi Alfamart
- Menperin: Kawasan Industri Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- Telkom Catat TSR 35,7 Persen di 2025
- Legalisasi Rokok Ilegal Berisiko Cederai Penegakan Hukum
- Defisit APBN 2026 Tembus Rp164,4 Triliun per April