Lokasi: Kesehatan >>
Super El Nino Diprediksi Perparah Kebakaran Hutan Global
Kesehatan93 Dilihat
RingkasanDunia diperkirakan menghadapi tahun kebakaran hutan yang "sangat parah" pada 2026 setelah para peneliti memperingatkan perubahan iklim dan potensi El Nino dalam intensitas kuat dapat memperburuk situasi. Theodore Keeping, peneliti cuaca ekstrem dari Imperial College London dan anggota jaringan ilmuwan iklim World Weather Attribution (WWA), menyatakan pada Selasa (12/05) bahwa musim kebakaran global tahun ini dimulai dengan sangat cepat....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle75779834_403.jpg.jpg)
Dunia diperkirakan menghadapi tahun kebakaran hutan yang "sangat parah" pada 2026 setelah para peneliti memperingatkan perubahan iklim dan potensi El Nino dalam intensitas kuat dapat memperburuk situasi. Theodore Keeping, peneliti cuaca ekstrem dari Imperial College London dan anggota jaringan ilmuwan iklim World Weather Attribution (WWA), menyatakan pada Selasa (12/05) bahwa musim kebakaran global tahun ini dimulai dengan sangat cepat. Menurut Keeping, luas area yang terbakar akibat kebakaran hutan saat ini sudah 50 persen lebih tinggi dibanding rata-rata periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir, sementara total lahan yang terbakar secara global telah melampaui rekor sebelumnya lebih dari 20 persen sejak pencatatan dimulai pada 2012.
Lonjakan kebakaran terbesar terjadi di kawasan Afrika Barat dan Sahel, di mana hampir seluruh negara mencatat luas area terbakar tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Keeping mengungkapkan bahwa 85 juta hektare lahan terbakar di Afrika tahun ini, melampaui rekor sebelumnya sebesar 69 juta hektare. Curah hujan tinggi pada musim sebelumnya disebut ikut memperparah risiko karena memicu pertumbuhan rumput dan vegetasi dalam jumlah besar, yang kemudian berubah menjadi bahan bakar mudah terbakar saat kondisi menjadi panas dan kering. Gelombang panas dan kekeringan ekstrem dalam beberapa bulan terakhir juga membuat kebakaran mulai muncul di wilayah yang biasanya lebih hijau dan tidak terlalu rentan terhadap api.
Fenomena perubahan cuaca ekstrem dari sangat basah menjadi sangat kering dalam waktu singkat, yang dikenal sebagai "hydroclimate whiplash", semakin sering terjadi di Afrika Barat. Selain Afrika, Asia juga menjadi salah satu penyumbang terbesar kebakaran hutan global tahun ini, dengan kebakaran besar terjadi di India, Asia Tenggara, hingga wilayah timur laut Cina. Keeping menegaskan bahwa kondisi ini membuat kebakaran lebih mungkin terjadi di daerah yang biasanya tidak rawan terbakar.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/79d599915.html
Artikel Terkait
Kabar Pernikahan Mail dan Shella, Timnas Tanpa Pelatih
KesehatanPP PBVSI merilis daftar 16 pemain yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan (TC) guna berlaga di ajang internasional, termasuk Dawuda Alaihimassalam, Raihan Rizky Attorif, Putra Bagus, dan Fauzan Nibras. Beberapa posisi menjadi sorotan, seperti comeback Nizar Zulfikar dan Doni Haryono, serta kemunculan Dawuda Alaihimassalam sebagai pelapis Rivan Nurmulki....
Baca SelengkapnyaPakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
KesehatanDicky menegaskan bahwa rentetan wabah dalam beberapa tahun terakhir membuktikan dunia mendesak menerapkan pendekatan One Health, yaitu keselarasan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. “Ebola, hantavirus, hingga Covid-19 memberi pesan serupa....
Baca SelengkapnyaLansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Kesehatandr Agus mengungkapkan kebiasaan kurang gerak pada lansia justru bisa memicu masalah serius seperti kekakuan otot dan sendi. Hal ini disampaikannya dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health pada Senin (18/5/2026)....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Beckham Minta Persib Fokus Lawan Persijap demi Hattrick
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Koalisi Teluk Pecah Usaha UEA Gagal Gandeng Saudi dan Qatar
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
Artikel Terbaru
Prediksi Arsenal vs Burnley: The Gunners Jaga Puncak Klasemen
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Curacao Bawa Mantan Pemain Persib dan Man United ke Piala Dunia
WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Tautan Sahabat
- Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Dorong Transformasi Digital
- Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.622,5 Triliun
- Rupiah Tembus Rp17.500, Harga Pangan-Elektronik-Obat Melonjak
- WIKA Tunjuk Prof Harris Arthur Hedar sebagai Komisaris Independen
- Telkom Catat TSR 35,7 Persen di 2025
- Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas
- Rangkap Jabatan di Danantara Dinilai Ganggu Kinerja
- Kota Baru Parahyangan Raih GREENSHIP Homes Platinum
- Rupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas
- Medela Potentia Bagikan Dividen Rp176 Miliar di RUPST