Lokasi: Berita >>

Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen

Berita8 Dilihat

RingkasanAsosiasi Pengacara Saga kembali mengajukan permintaan investigasi independen kepada Kepolisian Prefektur Saga pada 30 April 2026 terkait dugaan manipulasi hasil tes DNA oleh mantan pegawai Laboratorium Forensik Saga. Permintaan ini merupakan pengajuan kedua setelah sebelumnya dilakukan pada Oktober 2025, dan dokumen serupa juga dikirimkan kepada Badan Kepolisian Nasional....

Pemalsuan Tes DNA Saga,<strong></strong> Pengacara Desak Investigasi Independen

Asosiasi Pengacara Saga kembali mengajukan permintaan investigasi independen kepada Kepolisian Prefektur Saga pada 30 April 2026 terkait dugaan manipulasi hasil tes DNA oleh mantan pegawai Laboratorium Forensik Saga. Permintaan ini merupakan pengajuan kedua setelah sebelumnya dilakukan pada Oktober 2025, dan dokumen serupa juga dikirimkan kepada Badan Kepolisian Nasional.

Ketua Asosiasi Pengacara Saga, Takenori Nagao, bersama sekitar 10 anggota tim proyek khusus, mendatangi langsung markas kepolisian pada hari pengajuan tersebut. Nagao menyatakan kekecewaannya karena permintaan sebelumnya tidak mendapatkan jawaban jelas dari pihak kepolisian. "Kami mulai mempertanyakan apakah Kepolisian Prefektur Saga benar-benar serius menghadapi masalah ini. Diperlukan pemeriksaan fakta yang menyeluruh," ujarnya kepada media.

Asosiasi menilai laporan yang ada belum menjelaskan secara rinci bagaimana proses kasus terjadi maupun bagaimana hasil tes DNA digunakan dalam penyelidikan kriminal. Mereka menekankan bahwa tes DNA merupakan salah satu alat bukti paling penting dalam sistem peradilan pidana. "Jika terjadi manipulasi atau kesalahan dalam proses pemeriksaan, maka dapat memengaruhi hasil penyelidikan hingga putusan pengadilan," kata Nagao. Mantan pegawai Laboratorium Forensik Saga yang terlibat dalam kasus ini sebelumnya telah dijatuhi hukuman pemecatan disipliner oleh kepolisian.

Tags:

Artikel Terkait