Lokasi: Gaya Hidup >>
SPMB Jateng SMA 2026: Jadwal, Syarat, dan Urutan Seleksi
Gaya Hidup49 Dilihat
RingkasanPemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JATENG-2026-53453454.jpg)
Pemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengingatkan orang tua untuk memeriksa persyaratan secara cermat sebelum mendaftar di setiap jalur.
Setiap jalur memiliki kuota dan mekanisme seleksi berbeda. Jalur domisili menggunakan sistem zonasi berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah, sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta dari keluarga tidak mampu dengan bukti surat keterangan. Jalur prestasi menyeleksi berdasarkan capaian akademik dan non-akademik, sedangkan jalur mutasi orang tua/wali dikhususkan bagi anak yang orang tuanya pindah tugas ke Surabaya.
Calon peserta wajib menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, rapor, dan sertifikat prestasi jika mendaftar jalur prestasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi ppdb.surabaya.go.id. Kepala Dispendik Surabaya menegaskan bahwa verifikasi dokumen akan dilakukan secara ketat untuk mencegah kecurangan, dan pelanggaran dapat berakibat diskualifikasi peserta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/fvwcn1bpt.html
Artikel Terkait
Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Gaya HidupRetinopati diabetik sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak pasien tidak menyadari sampai penglihatan mulai terganggu. Bahkan jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan....
Baca SelengkapnyaAtap Kelas MTs Muhammadiyah Sragen Roboh, Korban Dengar Kretek
Gaya HidupCipto Waluyo melaporkan atap ruang kelas 7 di sekolahnya roboh pada Selasa (12/5/2026) pukul 07. 30 WIB saat siswa mengikuti pelajaran Bahasa Inggris....
Baca SelengkapnyaPrakiraan Cuaca Bali, Bedugul Hujan Ringan Siang
Gaya HidupBMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Bali pada periode Rabu, 13 Mei 2026 pukul 08. 00 WITA hingga Kamis, 14 Mei 2026 pukul 08....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jorge Jesus Sebut Luka Al Nassr Bisa Diobati
- 11 Bayi Dititip Bidan Sleman, Bayar Rp 50 Ribu per Hari
- Kebakaran Mal Manado, Satu Korban Tewas Terjebak
- Prakiraan Cuaca Depok Besok: Pagi dan Malam Cerah
- Jennifer Coppen Minta Restu Orang Tua Dali Wassink Jelang Nikah
- Prakiraan Cuaca Yogyakarta: Gunungkidul Berawan, Sleman Hujan Ringan
Artikel Terbaru
Rupiah Terancam Rp17.600, BI Diminta Jaga Kepercayaan Investor
Pemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Reformasi Birokrasi
Bentrok Antarsuku di Wamena Tewaskan 13 Orang Akibat Lakalantas
Atap Kelas MTs Muhammadiyah Sragen Roboh, Korban Dengar Kretek
Rupiah Tembus Rp 17.600, Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Jumat 15 Mei 2026: Hujan Ringan
Tautan Sahabat
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku