Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kesehatan453 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/fqfo53ei5.html
Artikel Terkait
Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
KesehatanLagu Babak Terakhir ciptaan Raim Laode kembali populer pada 2026 setelah tren digital mengangkatnya, padahal lagu ini pertama kali dirilis pada 2022 melalui kanal YouTube Raim Laode. La Ode Raimudin yang dikenal sebagai Raim Laode adalah seniman multitalenta asal Liya Toko, Wakatobi, Sulawesi Tenggara....
Baca SelengkapnyaTidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
KesehatanDokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp....
Baca SelengkapnyaFood Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
KesehatanOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- IRGC Iran Bocorkan Serangan ke AS Pakai Satelit China
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Super League 2026/2027: 16 Tim Pasti, Persis vs Madura United Berebut Satu
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Artikel Terbaru
Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
Kunci Gitar 8 Letters Why Don't We Viral TikTok
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Tautan Sahabat
- Koperasi Diajak Bangun Jejaring Bisnis Internasional
- Menteri Amran Minta Pelaku Beras Oplosan Dihukum Berat
- Kemenperin dan LPEI Dorong Ekspor Rendang Payakumbuh
- Cadangan 31 Miliar Ton, Batu Bara Penopang Energi Indonesia
- Sampoerna Pimpin Pasar Tembakau di Tengah Tantangan 2025
- Rupiah Merosot, Legislator PAN Minta Perry Warjiyo Mundur
- IBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Hilirisasi
- Promo Indomaret, Alfamart, Superindo 19 Mei: Popok Rp27.900
- J&T Express Rilis Laporan ESG Global 2025
- Double Decker Hunian Baru Solusi Lahan Sempit Jakarta